Di Pidie, KIP dan Panwaslih Kompak Menghentikan A Bakar dan Mukhtar

ACEHTREND.CO, Pidie – Tragis nian nasib bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati A Bakar Assajawy dan Mukthar.

Keduanya, bukan hanya dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan. Tapi, surat yang dikeluarkan oleh direktur RSUZA itu dijadikan dasar bagi KIP Pidie untuk menolak tambahan KTP sebagai perbaikan.

KIP Pidie, sebagaimana tercantum dalam surat KIP Pidie Nomor 270/324/X/2016 beralasan perbaikan dokumen pencalonan dikecualikan bagi bakal calon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan.

Terakhir, usaha kedua bakal calon ini mengadu ke Panwaslih Pidie juga kandas. Laporan yang mereka sampaikan, melalui surat Panwaslih bertanggal 6 Oktober, diberi status tidak bisa ditindaklanjuti.

Alasan Panwaslih Pidie, penolakan penambahan KTP tambahan oleh KIP Pidie sudah benar, dan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh RSUZA bukan ranah/kewenangan Panwaslih Pidie.

Sedihnya, surat hasil pemeriksaan kesehatan itupun sudah menyebar ke publik. Publik pun jadi tahu apa sakit bakal calon.

Rahasia dan Kesempatan Bersengketa
Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay sebagaimana dilansir koran Sindo (8/10), menyatakan bahwa hasil tes kesehatan bersifat rahasia dan tidak boleh diungkap ke publik.

”Hanya disimpulkan saja bahwa yang bersangkutan TMS (tidak memenuhi syarat),” kata Hadar di Jakarta.

Mengenai adanya calon yang mengajukan sengketa karena dinyatakan tidak lolos tes kesehatan, KPU mempersilakan untuk menggugat. Hadar juga berharap proses penyelesaian sengketa bisa segera tuntas sebelum waktu pengumuman kelolosan calon pilkada disampaikan pada 24 Oktober 2014. 

Dengan begitu tidak mengganggu jalannya tahapan pilkada yang berlangsung. ”Harapan kami tentu begitu. Tentu sudah ada yang mulai (menggugat), tapi memang baiknya diupayakan bisa tuntas sebelum 24 Oktober 2016,” tambah Hadar. 

Pandangan yang sama juga disampaikan Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePi) Jerry Sumampow. Jerry berharap agar KPU dapat menyampaikan secara terang tentang hasil dari tes psikologi ini kepada calon yang digugurkan agar mereka bisa mengajukan gugatan ke Panitia Pengawas Pemilu. 

”Ini perlu agar transparan dan tidak menjadi pertanyaan di masyarakat. Karena hal seperti ini berpotensi memunculkan kekecewaan dari para pendukung dan jika tidak diantisipasi bisa terjadi konflik,” kata dia. 

Sementara itu, mulai kemarin Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Bireuen dan Aceh Utara mulai menggelar sidang kasus sengketa terkait hasil tes kesehatan terhadap dua kandidat bakal calon bupati Bireuen, Saifannur dan vakal calon bupati Aceh Utara Sulaiman Ibrahim.

“Hari ini kami mulai menyidangkan sengketa di Bireuen dan Aceh Utara tentang tes kesehatan. Atas nama saifannur dan Sulaiman Ibrahim,” kata Samsul Bahri kepada wartawan, Selasa 12 Oktober 2016.

Akankah A Bakar dan Mukhtar akan menyerah, atau akan terus berjuang sampai lahirnya perintah agar KIP Pidie membuka kembali jalan bagi keduanya? []

KOMENTAR FACEBOOK