Nur Asiyah, Dara Cantik yang Jatuh Cinta Pada Kopi Chekdun

Seperti kata pepatah, kalau cinta sudah melekat, gula jawa pun rasa coklat. Hal yang sama pun turut dirasakan Nur Asiyah, gadis kelahiran kuala lumpur 1997. Ia rela menempuh jarak puluhan kilometer dari Lhokseumawe ke Bireuen, hanya demi menikmati segelas ice long black coffee di Chekdun Coffee yang berlokasi di bilangan Pendopo Bupati Bireuen.

Bagi dara canden berkulit kuning langsat tersebut, kopi sudah menjadi sesuatu yang wajib dalam kehidupannya. Karena kopi, khususnya arabica mampu melahirkan sejuta ide dalam tiap sajiannya.

“Saya sudah dua kali berkunjung ke Chekdun Coffee. Saya menyukai ice long black yang diracik dari 100% arabica speciality. Rasanya mampu membangkitkan imajinasi,” kata mahasiswa semester III jurusan Akutansi, Universitas Malikussaleh, pada medio awal Oktober 2016.
img_20160926_205546

Nur Asiyah mengatakan, ia jatuh cinta pada kopi sejak umur 17 tahun. Pada seruput pertama kali, ia mengakui bahwa kopi mampu membuat pikiran tenang yang kemudian melahirkan inspirasi.

“Bagi pecinta kopi arabica jangan segan mampir ke Chekdun, saya yang jauh aja meluangkan waktu untuk mampir ke Chekdun untuk menikmati kopi arabica khas chekdun coffee, enak lho kopinya,” kata dara yang memiliki hobi membaca tersebut, sambil terkekeh.

Aditya, Manager Chekdun Coffee, kepada aceHTrend, Sabtu (15/10/2016) mengatakan warkop yang ia kelola menyediakan berbagai jenis kopi arabica. Bahkan ia juga menyediakan kopi cold brew yang sudah dikemas dalam botol cantik. Cold brew adalah jenis kopi yang dirajik dingin selama delapan jam.

“Cold brew bisa dibawa untuk oleh-oleh,” ujarnya. []

KOMENTAR FACEBOOK