Logo Baru UIN Ar Raniry, Lambang Yahudi?

Dalam dua hari terakhir, khususnya di dunia Medsos facebook dipenuhi oleh riuhnya komentar tentang logo baru UIN Ar Raniry, Banda Aceh.

Sebagaimana diketahui bahwa pihak UIN Ar-Raniry telah melakukan sayembara desain logo baru untuk kampus tersebut yang dimenangkan oleh Fandi Diadline Widi Anugerah, warga Malang, Jawa Timur beberapa hari yang lalu.

Umumnya para netizen tersebut mengaitkan bingkai luar dari logo itu sebagai Bintang David atau Bintang Daud.

Padahal tidaklah demikian, Fandi sendiri dalam penjelasannya telah menerangkan bahwa bingkai logo itu adalah simbol Allah SWT yang dideskripsikan dengan Bintang 8 (delapan).

Maka disini penulis ingin menguraikan secara ringkas terkait penafsiran yang keliru tentang arti dari bintang-bintang tersebut, yang mana itu bintang David dan apa itu bintang 8 (delapan) dan bagaimana hubungannya dengan Logo UIN tersebut.

Bintang David
Bintang David atau disebut juga dengan hexagram adalah bintang yang memiliki 6 sudut. Bintang ini merupakan gabungan dari dua segitiga sama sisi yang biasanya digunakan sebagai simbul dalam upacara ritual mistik untuk berkomunikasi dengan dunia gaib.

Bagi kaum Yahudi, hexagram dikenal sebagai Magen David atau Bintang Yahudi atau Bintang Daud. Magen David sendiri menjadi simbol Yudaisme dan identitas Yahudi yang diakui secara umum.

Simbul ini telah ada sejak mesir kuno sampai dengan yunani kuno, dan abad pertengahan sampai dengan hari ini. Simbul ini juga bagian dari ajaran Satanisme Modern yang dipelopori oleh Aleister Crowley tahun 1898 tentang tatanan dunia baru yang menunggu turunnya sang ratu adil (dajjal).

Lambang bintang ini bisa dengan sangat mudah ditemukan di lapangan. Salah satunya bisa dilihat pada wujud bendera Israel. Di Banda Aceh sendiri, salah satu hotel yang sangat terkenal juga menggunakan simbul ini.

Bintang 8 (Octagram)
Octagram adalah bintang 8 yang dalam literatur Islam dikenal sebagai Rub el Hizb yang direpresentasikan dalam bentuk dua kotak tumpang tindih, dimana simbol ini juga ditemukan pada beberapa emblem dan bendera.

Dalam bahasa Arab, Rub artinya ‘yang keempat, kuartal’, sementara Hizb artinya kelompok atau partai. Pada awalnya simbol ini digunakan dalam Quran yang dibagi menjadi 60 Hizb atau 60 kelompok dengan panjang kira-kira sama. Simbol ini menentukan setiap seperempat Hizb, sementara Hizb merupakan satu setengah dari juz.

Tujuan utama penggunaan simbul ini adalah sebagai sistem pemisah untuk memfasilitasi pembacaan Al-Qur’an. Selain itu, simbul ini juga digunakan sebagai penanda untuk akhir bab dalam kaligrafi Arab. Bintang 8 (delapan) ini pada dasarnya tulisan Allah dalam lukisan kaligrafi dengan menggunakan khad Kufi.

Logo UIN Ar-Raniry
Terkait dengan logo hasil sayembara yang baru saja dipublis tersebut, penulis melihat bahwa tidak ada kaitannya antara bintang David dengan logo.

Bintang David sebagaimana telah diuraikan memeliki 6 (enam) sudut, sedangkan logo memuat 8 (delapan) sudut yang artinya menggunakan bintang 8 (delapan).

Artinya logo baru ini tidak ada hubungan sama sekali dengan lambang yahudi sebagaimana yang berkembang selama ini. Simbul bintang 8 (delapan) ini murni merupakan simbul keislaman.

Oleh karenanya sangat tidak tepat ketika mengkritik logo tersebut dengan menggunakan argumentasi yahudi.

Kritikan terhadap logo ini baru tepat ketika dihubungkan dengan filosofi keacehan. Karena dalam logo tersebut sama sekali tidak memiliki filosofi yang membanggakan terhadap nilai-nilai keacehan.

Dalam logo ini, sang desainer hanya memasukkan unsur utamanya tentang Islam dan diikuti oleh unsur atom sebagai gambaran tentang sainstisnya.

Tidak ada yang salah sebenarnya dengan apa yang ingin dilukiskan sang desainer, karena memang ini yang menjadi terapan dalam Universitas Islam tersebut.

Namun untuk menunjukkan identitas keacehan, perpaduan dengan logo sebelumnya mungkin bisa menjadi pertimbangan pihak terkait. []

KOMENTAR FACEBOOK