Tu Sop: Mereka Mengkritik Lukisannya Sendiri

ACEHTREND.CO,Bireuen- Teungku H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau yang akrab disapa Tu Sop mengatakan, banyak pihak yang selama ini mempersepsikan dirinya, sesuai dengan gambaran yang dimiliknya. Tanpa referensi yang memadai. Akibatnya telah melahirkan banyak pandangan keliru.

Kepada aceHTrend pada medio awal Oktober 2016, bakal calon Bupati Bireuen yang juga pimpinan dayah di Jeunib, Tu Sop memberikan analogi bahwa ada seorang pelukis yang mencoba menggurat kuas di atas kanvas, dengan tujuan melukis wajah dirinya (Tu Sop) namun ianya tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang rupa Tu Sop.

Karena lukisan itu lahir dari sangkaan dan taksiran tanpa ukuran, telah melahirkan sebuah karya yang sangat rancu. Kemudian pelukis itu mengkritik paras Tu Sop berdasarkan lukisan yang ia buat sendiri.

Tamsilan lainnya, seseorang ingin menjahitkan baju untuk Tu Sop, tapi ketika ia mengukur kain, yang dijadikan ukuran adalah tubuh si penjahit, bukan badan Tu Sop. Ketika baju telah selesai dijahit, si penjahit malah mengatakan tubuh Tu Sop tidak cocok dengan baju yang ia jahit.

“Tamsilan-tamsilan demikian saya sampaikan agar orang mudah memahami terhadap berbagai isu miring yang ditujukan kepada saya,” terang Tu Sop.

Menurut Tu Sop, selama ini banyak orang yang telah menghabiskan energi untuk memgkritik dirinya, namun menghasilkan kesia-siaan. Kenapa? Karena semua kritik yang disampaikan tidak satupun yang mengena terhadap dirinya.

“Mereka membuat persepsi masing-masing terhadap saya, kemudian mengkritik persepsinya sendiri. Mereka seperti lelaku orang cemburu buta terhadap pasangan. Walau tanpa bukti, telah membuat sangkaan-sangkaan, yang kemudian berhujjah dengan sangkaannya sendiri. Perilaku demikian tidak akan menghasilkan apapun selain hal negatif. Semakin ia tenggelam dalam sangkaan yang keliru, semakin pula ia menderita,” terang Tu Sop.

Untuk itu Tu Sop berharap, bagi siapapun yang masih punya niat baik, dirinya membuka diri untuk berdiskusi, baik terkait program apa yang kelak akan ia kerjakan bersama dr. Purnama Setia Budi maupun hal-hal lain.

“Tidak baik terus-menerus tenggelam dalam kekeliruan. Tanpa memgenal saya, anda kemudian aktif menyebarkan fitnah terhadap saya, bila kelak kita tidak pernah bertemu, sungguh tak waktu untuk meminta maaf. Dosa namimah itu besar. Jangan anggap enteng. Bila ada hal yang mengganjal, tanyakan saja kepada saya. Insya Allah saya akan menerima siapapun yang datang untuk berdiskusi,” imbuhnya.

KOMENTAR FACEBOOK