PAT Tolak Aksi Demo 4 November

ACEHTREND. CO, Banda Aceh – Persaudaraan Aceh Tionghoa (PAT) menolak aksi massa 4 November 2016 di Jakarta.

Penolakan ini disampaikan melalui siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (2/11) sore.

PAT, melalui siaran persnya merujuk penolakannya pada pandangan dan sikap ulama-ulama besar, salah satunya Abu Tumin.

“Sikap ini merujuk pada Ulama-Ulama besar,” tulis Muhammad Amin, Ketua PAT.

1. ABU TUMIN, Ulama Besar asal Aceh.
“Demonstrasi bukanlah cara-cara islam, serta tidak mencerminkan ruh Dayah (Pesantren) yang menyelesaikan masalah dengan cara musyawarah dan mufakat”.

2. KIYAI HAJI MAIMUN ZUBAIR, Ulama Besar asal Rembang.
“Dia (Ahok) itukan sudah meminta maaf, maka jangan dibesar-besarkan. Sehingga bila amarah dapat diredam, maka persatuan juga bisa dijaga….Kalau menurut saya, bila mereka (Islam) tidak suka memilih ya tidak usah dipilih saja. Namun permasalahan itu jangan di besar -besarkan”.

3. SYAIKH ‘ABDUL MUHSIN AL-‘ABBAD -hafizhahullaah- Ulama Besar di Madinah

قَالَ: رَئِيْسُ مَدِيْنَةِ جَاكَارْتَا يَسْتَهْزِئُ بِالْقُرْآنِ وَعُلَمَاءِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَهُوَ نَصْرَانِيٌ، وَفِي رَابِعِ نُوْفِمْبَر: سَتُقَامُ الْمُظَاهَرَةِ لِطَلَبِ الْمَحَاكَمَةِ. هَلْ يَجُوْزُ لَنَا الْخُرُوْجُ؟ عِلَمًا بِأَنَّهُ كَافِرٌ لاَ بَيْعَةَ لَهُ، وَالْمُظَاهَرَةُ يُرَاعَى فِيْهَا الأَدَبُ، وَعَدَمُ إِفْسَادِ الْمَرَافِقِ الْعَامَّةِ.

[قَالَ الشَّيْخُ]: الْمُظَاهَرَاتُ وَالْمُشَارَكَةُ فِيْهَا: غَيْرُ صَحِيْحٍ، وَلٰكِنْ يَعْمَلُوْنَ مَا يُمْكِنُهُمْ مِنْ غيْرِ الْمُظَاهَرَاتِ؛ يُكْسِبُوْنَ وَيَذْهَبُوْنَ يَعْنِيْ يَذْهَبُ أُنَاسٌ لِمُرَاجَعَةِ الْمَسْؤُوْلِ الأَكْبَرِ…

(Penanya) berkata: Gubernur Kota Jakarta mengolok-olok Al-Qur’an dan Ulama kaum muslimin, dia seorang Nashrani. Dan pada tanggal 4 November akan diadakan Demonstrasi untuk meminta agar dia dihukum. Bolehkah kita ikut keluar (berdemo)? Dan kita ketahui bahwa dia adalah kafir, yang kita tidak wajib untuk membai’atnya. Dan juga: di dalam Demonstrasi tersebut akan dijaga adab-adabnya dan tidak ada perusakkan terhadap fasilitas umum.

(Syaikh menjawab): “Demonstrasi dan ikut serta di dalamnya: TIDAK DIBENARKAN. Akan tetapi mereka (kaum muslimin) bisa melakukan usaha dengan (mengutus) beberapa orang untuk pergi menasehati pimpinan terbesar (Presiden)…”

Ditanyakan oleh sebagian Mahasiswa Madinah pada waktu Maghrib, 31 Oktober 2016 M (semoga Allah membalas semuanya dengan kebaikan). []