Tri Sukses Plt Gubernur Aceh Berhasil Jika Cakap dalam Memilah dan Memilih Informasi

ACEHTREND. CO, Banda Aceh – Tekad Plt Gubernur Aceh, Soedarmo untuk mensukseskan tiga hal atau tri sukses mendapat dukungan berbagai kalangan. Namun, sukses tidaknya Tri Sukses Plt Gubernur dinilai tergantung pada kecakapan dalam memilah dan memilih informasi.

Sebagaimana diketahui, Selasa (1/11) Soedarmo menyampaikan tekadnya untuk mensukseskan pengesahan APBA 2017 tepat waktu, sukses pengesahan qanun Pilkada, dan sukses Pilkada 2017.

“Kita dukung penuh tri sukses plt gubernur Aceh, ” kata Muhammad Amin, Ketua Aliansi Pemuda Aceh (APA), Rabu (2/11).

Senada, Suhendry, Ketua IKA Fisip Unsyiah Jabodetabek juga sangat mendukung tri sukses plt gubernur Aceh. “Sukses Pilkada 2017 tergantung pada sukses pengesahan qanun Pilkada 20170 dan stabilitas ekonomi hasil pengesahan tepat waktu APBA 2017.

Fitriadi Lanta dari Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh juga menyatakan dukungannya atas Tri Sukses Plt Gubernur Aceh.

“Sangat dan oerlu didukung, karena ketiga sukses itu menjadi landasan bagi gerak Aceh lebih lanjut. Kita dukung penuh, ” kata Fitriadi Lanta melalui telepon.

Dukungan juga datang dari Ketua IKA Fisip Unsyiah Jabodetabek, Suhendry.
“Tri sukses Pak Soedarmo sangat urgen, dan karena itu DPRA wajib menyambut dengan menyelaraskan langkah politik legislatif dengan langkah eksekutif, ” tegas Suhendry.

Danil Akbar Takwadin, akademisi dari UIN Ar Raniry dan peneliti di Aceh Institute mengigatkan Soedarmo untuk memfungsikan naluri kemampuan inteligennya jika ingin berhasil menjalankan tri suksesnya di Aceh.

“Saya yakin, Soedarmo punya kemampuan memilah dan memilih informasi, termasuk kemampuan membaca ragam fenomena dan perilaku dan itu sangat berguna dalam memimpin di daerah yang pernah terkepung konflik panjang, ” kata Danil.

Sebagaimana diketahui, Soedarmo pernah bertugas di Timor Timur dan Maluku Utara. Dan, dalam riwayat tugasnya, plt gubernur Aceh itu kaya dengan kerja-kerja pengumpulan informasi inteligen.

Menurut Danil, gerak pembangunan Aceh kerap mengalami kendala karena lemahnya pemimpin dalam mengolah informasi. “Mana informasi fakta, seolah-olah fakta padahal palsu, dan mana informasi berdaya fitnah, serta mana informasi pahit tapi berguna, jika tidak mampu dicerna dengan baik, maka disitulah stagnasi kerja-kerja pembangunan mulai terjadi, ” pungkas Danil yang mengaku yakin jika Soedarmo mampu melakukan tugasnya dengan baik. []

KOMENTAR FACEBOOK