Semoga Tidak Berimbas Menjadi Korban, Hanya Karena Seorang Ahok

POLEM: Alhamdulillah. Pas seukali Apa Kaoy sudah datang. Hai, Dolah. Kopi pancung satu untuk Apa Kaoy. Cepat!

DOLAH: Oke, beres Polem.

APA KAOY: Memangnya ada apa, Polem katakan pas seukali saya sudah datang?

POLEM: Saya menjadi sangat gundah pikiran setelah membaca beurita surat khaba pagi ini. Dalam beurita disebutkan nyang bahwa pada tanggal 4 November 2016 akan ada demo seucara besar-besaran di Jawakarta untuk menuntut agar Basuki Cahaya Purnama, alias Ahok, Gubernur DKI, ditangkap dan dipenjarakan. Disebutkan lagi, nyang bahwa diperkirakan akan ada ratusan ribu ummat muslim dari seluruh Indonedosia akan berkumpul di Jawakarta untuk serta dalami dalam demo tersebut. Mengapa sampai timbul rencana seumacam itu dari banyak orang?

APA KAOY: Kalau membaca atawa mendengar beurita, jangan separuh-paruh hai, Polem. Dalam beurita-beurita sebelumnya telah disebutkan nyang bahwa Ahok itu dianggap telah melakukan penistaan Agama, menodai Alquran, melecehkan ulama, dan menghina umat Islam. Tudingan itu terkait ucapan Ahok di sebuah acara, bahwa sebagian orang pasti tak akan memilihnya karena ditipu (oleh politisi) dengan (menggunakan) Al-Maidah ayat 51.

POLEM: O…,meunan? Mungkin kalau Ahok tidak melakukan penistaan Agama seperti itu barangkali tidak akan timbul rencana banyak orang untuk melakukan demo secara besar-besaran itu? Kalau sudah menyinggung soal akidah ya tentu banyak orang sangat tersinggung perasaannya. Beutoi kan begitu, Apa Kaoy?

APA KAOY: Iya, betul juga. Ternyata Polem memang semakin banyak pandai dalam cara berpikir. Jadi begini, Polem. Terkait rencana terjadinya demo seucara besar-besaran tersebut saya jadi teringat sebuah kata pepatah jaman dahulu, “Gara-gara nila setitik, Rusak susu sebelanga”.

POLEM: Saya tidak paham arti daripada kata pepatah tersebut, dan kaitan deungon rencana terjadi demo itu nanti.

APA KAOY: Alahai, Polem. Tadi sudah kelihatan semakin pandai, seukarang sudah lain lagi. Maksud saya begini, Polem. Kita ibaratkan saja bahwa nila itu adalah Ahok, dan susu sebelanga itu adalah ratusan juta rakyat Indonesia.

POLEM: O…, kalau dijelaskan begitu saya mengerti. Seharusnya jangan dibiarkan Ahok melakukan seperti nyang dituduhkan banyak orang, menistakan Agama. Kalau memang benar dia telah melakukan seseutu nyang membuat tersinggung umat beragama harus segera diproses secara hukum sebelum terjadi puncak kemarahan banyak orang.

APA KAOY: Baiknya kita berdoa saja, Polem. Semoga tidak berimbas menjadi korban ratusan juta rakyat, hanya gara-gara seorang Ahok.[]

Bna, 03, 11, 2016.

KOMENTAR FACEBOOK