SMAN 4 DKI Banda Aceh Redam Konflik “SARA” Dengan Teater

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Saling tidak menghargai menjadi pemicu konflik sara, dan meredamnya dengan membuat karya dan berkerja, dan tentu menghargai satu dengan lainnya.

Begitulah gambaran cerita naskah “Ibu Pertiwi” karya Mursalmaherul yang dimainkan siswa SMAN 4 DKI Banda Aceh pada Festival teater se-Aceh di Teater tertutup Taman Budaya Aceh, Banda Aceh, Rabu malam 2 November 2016.

Penampilan 19 Siswa itu sangat sederhana, tidak memakai dialog panjang namun bercerita lewat gerak. Disana teramu berbagai seni tari nusantara sebagai wujud simbol persaudaraan dan kebersamaan.

Cerita “Ibu Pertiwi” digambarkan akibat perkembangan globalisasi yang cepat, sarat memicu konflik sara, namun seni menyatukan dibawah payung Bhineka tunggal Ika yang disimbolkan dengan gerakan kain berwarna merah putih.

Dalam penyaduran itu, siswa-siswa asuhan Yetti Mulyati, S.Pd yang juga seniman teater dan tari, sungguh memukau. Mereka tampil tanpa beban dan fokus, sehingga cerita yang dibawakan mengalir. Hanya, gangguan sedikit masalah panggung yang relatif kecil, sehingga posisi pemain musik sedikit mengganggu tutupan layar yang hitam.

Namun secara keseluruhan penampilan siswa-siswa SMAN 4 DKI Banda Aceh ini cukup menjadi perhtian, karena penggabungan teater dan tari yang padu.[]

KOMENTAR FACEBOOK