Ainal Mardhiah Sebut SMIPA Pejuang Syariat Islam di Aceh

ACEHTREND. CO, Banda Aceh – Pejuang syariat Islam di Aceh adalah Solidaritas Mahasiswi Islam Peduli Aceh (SMIPA). Perempuan yang tergabung dalam SMIPA inilah yang memperjuangkan tegaknya syariat Islam di Aceh.

“SMIPA lah pejuang pertama syariat Islam di Aceh, wartawan tulis itu, ” kata Ainal Mardhiah dalam pidato mengenang masa-masa aktivis Aceh berjuang dip Aceh.

Ainal Mardhiah yang pernah digelar sebagai Singa Podium Aceh berkisah bahwa pada saat itu perempuan dari SMIPA lah yang mengejar lelaki agar mau ke mesjid.

“Ngon peunyampoh kamo let awak agam mengat geujak u mesjid, ” kenangnya.

Sebagai catatan, mengutip ulasan peneliti Jacqualine Siapno, digambarkan saat itu sangat banyak bagian dari masyarakat umum Aceh yang moderat sekalipun, telah bertransformasi menjadi aktifis-aktifis politik yang radikal.

Anak-anak sekolah, mahasiswa, kaum perempuan, janda-janda yang suaminya menjadi korban kekerasan, semakin banyak dan aktif melakukan aktifitas politik seperti aksi protes terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia (HAM), menuntut keadilan bagi para korban, pemogokan dan sebagainya. Sebagian besar mereka juga makin menunjukkan dukungannya terhadap referendum dan bahkan kemerdekaan. 

Lebih lanjut, penelitian Siapno menunjukkan pula betapa GAM sebenarnya bukan lagi satu-satunya aktor utama gerakan perlawanan di Aceh. Apalagi karena GAM sendiri sebenarnya bukan sebuah gerakan yang monolitik, namun terdiri atas berbagai faksi yang tidak selalu sejalan.

Saat itu, selain SMIPA, peran organisasi-organisasi masyarakat; organisasi perempuan seperti Duek Pakat Inong Aceh, organisasi mahasiswa seperti SIRA (Sentra Informasi Referendum Aceh), FARMIDIA (Forum Aksi Reformasi Mahasiswa Islam di Aceh), organisasi pelajar seperti SPUR (Solidaritas Pelajar untuk Rakyat), hingga LSM-LSM seperti Walhi Aceh, Kontras Aceh, LBH Banda Aceh, Kelompok Kerja Transformatif Gender (KKTG), Flower Aceh, Cordova, Yayasan Pembinaan Masyarakat Desa, Forum Perempuan Aceh, dan LSM-LSM lainnya yang berkedudukan di Aceh maupun di Jakarta, justru muncul, dan makin penting. []

KOMENTAR FACEBOOK