KKR Aceh: Kelola Harapan Korban Konflik Dengan Arif

ACEHTREND.CO, Meulaboh – Mengelola harapan korban konflik (penyintas) dengan baik dan arif merupakan salah satu poin penting yang disampaikan oleh Fajran Zain, Komisioner KKR Aceh, dalam Kuliah Umum yang bertemakan “KKR Aceh dan Perdamaian Berkelanjutan” pada Rabu, (9/11/2016) yang bertempat di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Di Rundeng, Meulaboh.

Menurut Fajran Zain konflik Aceh yang sudah berlangsung lama dan adanya masa kekosongan 10 tahun sejak pemberlakuan UUPA tahun 2006 hingga terbentuknya KKR hari ini di tahun 2016, telah meninggalkan dua hal, pertama, apatisme korban pada upaya pengungkapan data dan informasi karena merasa lelah menjadi subjek investigasi, dan kedua, adalah setting sebaliknya dimana para penyintas (Korban yang masih hidup) memiliki harapan berlebih, dan menempatkan keberadaan KKR sebagai lembaga penyalur bantuan.

“Kondisi ini yang harus kita kelola bersama, karena mandat komisioner secara explisit salah satunya adalah sebatas merekomendasikan langkah-langkah reparasi setelah adanya data yang valid, hasil dari pengungkapan kebenaran. Selain reparasi komprehensif yang akan dilakukan pada akhir periode kerja, juga ada kebijakan reparasi mendesak, yang bisa dilakukan oleh komisioner kapan saja ditemukan kasus yang mendesak itu” rangkum Komisioner Fajran di hadapan peserta kuliah umum tersebut.

Kegiatan yang diikuti oleh 300 lebih mahasiswa Aceh dari kampus STAIN dan beberapa kampus lainnya di Meulaboh, juga menghadirkan Rafli Kande Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) berlangsung secara produktif. Dalam Kuliah Umum tersebut, Rafli secara khusus juga menekankan pentingnya rekonsiliasi bagi Aceh untuk bisa melangkah menuju masa depan dengan lebih pasti.

“Saya mengundang perhatian dan partisipasi dari semua kita pada perdamaian Aceh, sebab meunyo kon droe, soe lom yang akan pikee Aceh. Generasi muda Aceh harus siap menyambut beberapa agenda pembangunan ke depan, sebab tantangan dan persaingan dengan pendatang dari luar negeri sudah di depan mata, agar kita selalu menjadi tuan rumah di rumah sendiri,” ujar Rafli.

Kegiatan Kuliah Umum yang berlangsung di kampus STAIN Teungku di Rundeng tersebut merupakan bagian dari kontribusi kampus dalam menggalang agenda sosialisasi KKR Aceh. Kegiatan yang sepenuhnya didukung oleh Rafli dan ikut difasilitasi oleh the Aceh Institute.

Dalam keterangannya kepada media kuliah umum tersebut Rafli menyampaikan bahwa, beberapa waktu ke depan sosialisasi yang sama juga akan dilakukan di Aceh Selatan, Singkil, dan Banda Aceh.Kuliah umum ditutup dengan hiburan lagu-lagu religi yang dilantunkan oleh Rafli dan disambut antusias oleh para peserta kuliah.[]

KOMENTAR FACEBOOK