Jokowi Hormati Aksi Demo, Ahok Malah Nilai Kembali ke Zaman Barbar

ACEHTREND. CO, Banda Aceh – Calon petahana gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebut aksi demo sebagai aksi kembali ke zaman barbar. Sebelumnya, Jokowi malah menghormati aksi demo yang dilakukan 4/11. Demo juga diakui dan karenanya diatur oleh peraturan. Bahkan, di negeri sudah maju, Amerika Serikat, publik juga ada yang melakukan demo sekalipun Pilpres sudah usai. Tapi, pendukung Ahok dinilai akan terus membela kandidatnya. Kenapa bisa?

“Sekarang kan banyak hoax di mana-mana, katanya tanggal 18 bakal turun 5 juta, 25 juta. Kalau mau turun kayak gitu ini negara bakalan pecah,” kata Ahok di rumahnya, di Kompleks Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Kamis (10/11/2016) kemarin.

Calon gubernur DKI nomor urut dua itu menilai, aksi massa tersebut layaknya kaum barbar. Sebab, hanya untuk mengalahkan seseorang harus mendatangkan massa begitu banyak.

Mantan Bupati Belitung Timur itu berpendapat, kegaduhan isu dugaan penistaan agama hanya ingin membongkar pondasi Pancasila dan kesatuan NKRI

“Kita ini lagi bangun rumah, nih (Pancasila). Kalau kita sudah putuskan pakai kertas suara, kok mau balik lagi (pakai) hitungan orang? Main turunkan orang berapa,” kritiknya.

Apapun kata Ahok, para pendukungnya akan tetap membela, karena mereka semakin percaya Ahok menang apalagi setelah melihat kemenangan Donald Trump, yang juga mengangkat isu terkait umat Islam.

“Makin marah umat Islam dikira akan menjadi mesin pendulang suara, jadi ini mungkin hanya strategi politik meraup suara saja, Ahok bisa jadi sedang mensasar pemilih muslim muda yang masih labil dalam berislam, dan masih terpengaruh dengan isu-isu belah bambu, mana ulama yang disebut sederhana dan mana ulama yang digambarkan hidup mewah, jadi pesan utama Islam dijauhkan dari kelompok pemilih yang disasar dengan cara dimasukkan informasi yang menggugat kredibilitas ulama, ulama yang membelanya diposisikan sosok yang berintegritas dan ssbaliknya, dan ketika pembelahan kelompok terjadi, maka dengan sendirinya pemilih muda yang labil dan berharap masih bisa hidup bebas akan bergabung ke kelompok yang disebut sederhana, dan modsrat dan tidak fokus lagi pada pesan kuat al qurannya, ” kata pembaca aceHTrend melalui pesan yang dikirim ke redaksi. []

KOMENTAR FACEBOOK