Ahok Belum Berubah, Nasehat Buya Syafii Maarif Diabaikan?

ACEHTREND. CO, Banda Aceh – Buya Syafii Maarih, melalui tulisannya mengaku sudah mengirim pesan agar Ahok menjaga lisan.

“Saya melalui seseorang telah menyampaikan pesan kepada Ahok agar pandai menjaga lidah, jangan biarkan lidah itu berkeliaran  secara jalang,” tulis Buya dalam tulisan berjudul “Liarnya Lidah Ahok dan Pintu Masuk” di kolom resonansi Republika (15/11).

Esoknya, usai Buya menulis, Ahok menuding para pendemo sebagai kelompok garis keras dan dibayar Rp 500 ribu. Tudingan ini terbaca di laman ABC.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan ABC 7.30, Ahok menuduh pengkritiknya korupsi dan mengatakan, protes massa Muslim garis keras pada 4 November 2016 itu bermuatan politik. Dia juga menuduh massa menerima uang Rp 500 ribu untuk ikut demo. Saya harus pergi ke pengadilan untuk membuktikan ini adalah politik dan bukan (persoalan) hukum,” katanya kepada ABC 7.30 sebagaimana dilansir kembali oleh Republika (17/11).

Dalam berita itu Ahok tidak menyebut siapa yang membayar para demonstran. Namun, katanya, dia yakin Presiden Jokowi tahu berdasarkan sumber intelijen. “Saya tidak tahu, kami tidak tahu, tetapi saya kira Presiden tahu dari intelejen, saya kira mereka tahu,”  kata Ahok kepada ABC News.

Farhat Umar, Koordinator Keluarga Alumni Lembaga Dakwah Kampus (KA-LDK), menyatakan bahwa ucapan Ahok tersebut merupakan fitnah besar terhadap Aksi Bela Islam II.

Dekan Fakultas Teknik di sebuah perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta, itu menegaskan, Aksi Damai 411 murni merupakan ekspresi keimanan.

Untuk iru, Komunitas Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB), mendesak Polri untuk menahan Ahok. Pasalnya, Ahok yang sudah ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama (blasphemy) pada Rabu (16/11), terus memproduksi kekerasan verbal yang meresahkan masyarakat.

“Dengan status tersangkapun, Ahok tidak bisa menjaga mulutnya yang tidak beradab itu. Karakter Ahok tidak mewakili kesantunan masyarakat Belitung dan etnis China. Jadi sebaiknya polisi menahan tersangka Ahok,” ujar Sirod yang mengaku keturunan China sebagaimana diberitakan oleh hidayatullah. com. []

KOMENTAR FACEBOOK