Ini Dugaan Andi Arief tentang Pelaku Makar

ACEHTREND. CO, Banda Aceh – Isu makar yang dilempar ke publik oleh Kapolri terus menggelinding. Berbagai pihakpun mulai bicara soal perlu tidaknya ikut serta dalam Aksi Bela Islam Jilid III.

Di Aceh, Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali, mengatakan umat Islam Aceh harus menahan diri ke Jakarta yang berpotensi ricuh.

Teuku Kemal Fasya memandang orang alim Aceh tidak perlu mengurusi kepentingan elit di Jakarta karena jihadnya diperlukan di Aceh.

Menurut Andi Arief di akun twitternya, yang paling mungkin melakukan makar bukan rakyat yang hanya memiliki senjata demontrasi. Berikut pihak yang oleh mantan aktivis itu dinilai berpotensi melakukan makar.

Jusuf Kalla
Kalau benar ada rencana makar terhadap kekuasaan Jokowi, orang pertama yang dimaksud Jokowi pasti Pak JK. Padahal JK tidak kuasai parlemen.

Kenapa Pak JK diduga dimaksud Jokowi Makar? Karena hanya Pak JK yang sangat berpeluang secara konstitusional seperti Habibi era Soeharto.

Panglima TNI
Siapa tertuduh tidak langsung pelaku makar yang dituduh Jokowi selain Pak JK? Dugaan saya ke Panglima TNI yang paling siap secara teknis.

Sejak kata makar dikemukakan Kapolri dan Jokowi, nama Panglima TNI jadi buah bibir. Sebaiknya segera Jokowi dan Kapolri klarifikasi.

Megawati dan PDI-P
Lalu siapa tertuduh tidak langsung berikut dari tuduhan makar? Tentunya yang sudah pernah melakukan dan berkepentingan: Megawati dan PDI-P.

PDI-P dan Megawati motor penggulingan atau makar terhadap Gus Dur. Tetapi gagal menggulingkan SBY-Boediono dg kekuatan parlemen dan jalanan.

Di tangan Megawati dan PDI-P sebetulnya makar terhadap jokowi bisa dilakukan baik sebagai Ketum PDI-P, ketua Kolaisi dan orang tua Puan.

Ada yang ingin menduduki DPR kata Kapolri, disimpulkan akan ada makar. Hanya kekuatan parlemen terbesar yang bisa memotori aspirasi makar.

Rakyat tidak mungkin makar
Menurut Andi Arief, rakyat tidak mungkin melakukan makar karena hanya punya senjata demontrasi. “Makar itu upaya penggulingan melalui senjata, ” katanya.

Andi mengatakan kata makar dari Kapolri berbahaya buat bangsa. Artinya menuduh kekuatan bersenjata resmi akan mengkudeta Presiden yang akan didukung rakyat.

“Makar itu cara berjuang kekuatan bersenjata. Sementara cara berjuang rakyat adalah demonstraasi.. rakyat tidak akan pernah makar.” tulisnya lagi.

Andi menilai, hanya Presiden yang punya hak bicara makar jika mampu membuktikan apakah ada kekuatan bersenjata yang sudah merongrongnya. Bukan Kapolri. []

KOMENTAR FACEBOOK