Rindu Jadi Ahok

Sepertinya, semua pingin jadi kayak Ahok. Pemerintah dan seluruh kekuatan yang dimilikinya, aparat hukum dan prajurit tempur, dan kekuatan politik, hadir untuk melindungi warga negara bernama Ahok.

Siapa yang tidak mau? Maulah! Sebagai warga, Ahok memiliki kemerdekaan penuh untuk menyatakan pendapatnya, termasuk menuduh jika ada orang yang berbohong memakai al maidah: 51.

Tidak ada yang boleh marah, apalagi sampai ngapa-ngapain. Ahok warga negara yang merdeka berekpresi, meski dengan suara melengking, menohok, hingga menuding. Itu hak Ahok, warga negara. Dilindungi penuh. Soal etika sopan santun cerminan budaya negeri hanya soalan kedua, perlindungan atas hak bebas warga harus diutamakan.

Agama, di negeri beraneka ini tidak lebih tinggi dari presiden. Hanya yang mengolok-olok presiden saja yang boleh ditahan, diadili, dan dihukum, selebihnya adalah wujud kebebasan berekpresi warga negara, maka dilindungi, termasuk melindungi orang yang mengolok-olok petinggi agama.

Rindu benar jadi warga kayak Ahok. Meski jadi tersangka, demi melindungi warga negara, hukum tangkap atau menahan dikesampingkan, dan aparat menjamin tersangka tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatannya. Warga bernama Ahok dilindungi sekalipun harus terjadi “big bang” diberbagai bidang.

Begitu kuat pembelaan aparat kepada warga, duh sangat rindu menjadi warga seperti Ahok. Adakah negara lain seperti di negara ini, yang seluruh kekuatan kekuasaan dikerahkan untuk melindungi warga negaranya meski hanya satu orang.

Gerakan protes saja diberi peringatan hingga pakai helikopter. Tak masalah jika ada yang kembali mengingat jaman NICA yang juga menyebar maklumat di Surabaya, dan malah memicu semangat jihad lebih kuat. Bila tidak cukup kekuatan kekuasaan, kekuatan negara dihadirkan untuk warga negara bernama Ahok. Duh, makin pingin jadi warga kayak Ahok.

Jangan tertawa, saya sedang menyindir diri sendiri, karena kerap berhalusinasi. []

Sahrul, peminat kopi di kawasan Lampineung, Banda Aceh

KOMENTAR FACEBOOK