Ini Sosok Anak Aceh yang Ikut Ditangkap dengan Sangkaan Makar

ACEHTREND. CO, Banda Aceh – Dari 10 orang yang ditangkap jelang aksi 212 salah satunya adalah Kivlan Zein.

Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein oleh polisi ditangkap di rumahnya Perumahan Gading Griya Lestari, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (2/12/2016) pagi.

Bekas perwira tinggi TNI ini ditangkap atas dugaan makar. Menurut Krist Ibnu dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) penangkapan Kivlan Zein tidak disertai surat penangkapan.

“Polisi hanya menunjukkan surat tugas dan surat penggeledahan,” kata Krist Ibnu di depan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat malam.

Kini, anak Aceh kelahiran Langsa tahun 1946 itu sudah ditetapkan sebagai tersangka, padahal 20 hari lagi akan merayakan ulangtahun ke 70.

Menurut catatan di Wikipedia, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, S.IP, M.Si adalah seorang tokoh militer Indonesia. Ia pernah memegang jabatan Kepala Staf Kostrad ABRI setelah mengemban lebih dari 20 jabatan yang berbeda, sebagian besar di posisi komando tempur.

Terkini, Mei 2016 suami dari Dwitularsih Sukowati itu juga penulis buku berjudul Konflik dan Integrasi TNI-AD itu menjadi negosiator penting yang berhasil membebaskan 18 Warga Negara Indonesia dari penyanderaan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf Filipina.

Keberhasilan Kivlan dalam misi pembebasan sandera itu karena ia mengenal Nur Misuari, pemimpin Moro National Liberation Front (MNLF). Perkenalan terjadi ketika Kivlan bertugas sebagai pasukan perdamaian Filipina Selatan pada 1995-1996. Keakraban itulah yang kemudian digunakan Kivlan melobi kelompok Abu Sayyaf agar membebaskan WNI yang disandera.

Penculik WNI, yakni, Al Habsyi Misa merupakan mantan supir dan pengawal Nur Misuari saat menjadi gubernur Otonomi Muslim Mindanao atau ARMM pada 1996-2001.

Terkait pembebasan 10 WNI ini terjadi saling klaim antara Kivlan Zein, Surya Paloh dan Jokowi. Ketiganya mengaku memiliki andil dalam pembebasan sandera.

Pada masa Pilpres 2014, Kivlan Zein rajin membela Prabowo yang disangkutpautkan dengan kehilang 13 aktivis.

Kivlan sendiri mengaku, mengetahui dari laporan intelijen bahwa 13 orang yang hilang itu diamankan untuk mengantisipasi sidang istimewa di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

“Saya mengetahui karena sebagai pejabat TNI saya mengetahui dari intel. 13 orang yang hilang untuk mengamankan sidang istimewa MPR,” papar Kivlan.

Kivlan bahkan mengaku siap membuka kasus penculikan aktivis 1998) terang benderang. “Nanti ada satu panel nasional untuk menjelaskan kasus 98, Ambon, Priok, Poso, Sampit. Ini harus diselesaikan secara nasional. Kalau saya bongkar semua, kasihan Megawati. Karena saat itu dalam tragedi banyak Foto Mega,” kata Kivlan usai melapor ke Ombudsman, Jakarta, dua tahun lalu.

Kivlan Zein juga dikenal sebagai sosok yang sangat rajin bicara soal PKI. Bahkan, Kivlan berbeda pendapat dengan Luhut Binsar Panjaitan yang menilai ideologi komunis tidak akan hidup lagi di Indonesia.

Nanti lihatlah sama saya, ikut sama saya, biar saya yang mengajari Luhut. Mau saya ajari biar dia tahu,” ujar Kivlan saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (2/6/2016).

KOMENTAR FACEBOOK