Surya Paloh dan Kivlan Zein, Dua Tokoh Nasional Asal Aceh di Panggung Politik Nasional

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Surya Paloh dan Kivlan Zein adalah tokoh nasional kelahiran Aceh. Keduanya, cukup mewarnai sepak terjang dinamika politik terkini.

Hari ini, Surya Paloh melalui Aksi Kita Indonesia menggetarkan seluruh peserta aksi 412 lewat pidato kebangsaannya. Dengan pidato itu, Surya Paloh pantas diposisikan sebagai tokoh nasionalis.

Sayangnya, orasi politik kebangsaan yang disampaikannya dengan sangat bagus, tidak menggerakkan peserta aksi untuk menjadi manusia Indonesia sebagaimana yang digambarkannya, yaitu manusia Indonesia yang mencintai tanah air lewat kata dan perbuatan.

Buktinya, acara aksi Kita Indonesia digelar dengan melanggar peraturan gubernur DKI Jakarta. Kawasan yang hanya dibolehkan untuk kegiatan olahraga, budaya dan lingkungan hidup justru disemarakkan oleh ragam atribut partai politik.

Lebih dari itu, semangat yang ditiupkan oleh ketua umum partai kelahiran Banda Aceh 16 Juli 1951 itu juga tidak memperlihatkan perilaku insan Indonesia yang mencintai lingkungannya, lihatlah sampah yang ditinggalkan dan taman-taman nan rusak.

Tapi, bagaimanapun sang tokoh asal Aceh itu cukup berhasil merebut panggung di Aksi Kita Indonesia dihadapan ribuan massa hasil mobilisasi khususnya dari kader, anggota dan simpatisan partai politik pendukung pemerintah, sekaligus partai pengusung Basuki Tjahaja Purnama.

Sosok tokoh asal Aceh lainnya adalah Kivlan Zein. Mayjen (Purn) TNI yamg lebih tua lima tahun dari Surya Paloh asal Langsa, Aceh ini juga sangat menyita perhatian publik. Jelang dilaksanakan Aksi Bela Islam III di Monas, tokoh di kalangan militer Indonesia ini ditangkap pihak kepolisian.

Kivlan Zein, bersama sejumlah orang lainnya disangkakan melakukan perbuatan makar. Kemudian, paska Aksi Bela Islam III, Kivlan Zein dilepas, dan polisi menyebut bahwa penangkapan sejumlah orang itu untuk menjaga Aksi Bela Islam III tidak diarahkan menuju MPR RI.

Begitu berbahayakah Kivlan Zein yang dikenal memiliki kedekatan dengan Prabowo baik di korps baret hijau Kostrad TNI AD maupun di politik? Entahlah, yang jelas Kivlan Zein sama dengan Surya Paloh, sangat nasionalis.

Berbeda dengan Surya Paloh, kecintaan Kivlan Zein kepada NKRI sangat kontroversial sebab kerap membangun pertentangan dengan berbagai pihak, termasuk dengan koleganya sendiri. Begitu beraninya, Kivlan Zein sempat digelar dengan nama “Sutiyogo” yang artinya “Putra Kebenaran”.

Tercatat, Kivlan Zein pernah menuding Wiranto pernah merencanakan kudeta terhadap Soeharto baik dengan LB Moerdani maupun dengan BJ Habibie.

Kivlan Zein bukan sosok biasa. Alumni PII dan HMI ini sosok yang cerdas. Buktinya, hanya dalam waktu 18 bulan ia berhasil memperoleh jenderal bintang satu. Bukti lain, Kivlan Zein pernah mendapat medali kehormatan dari Filipina karena berhasil membujuk pimpinan MNLF, Nur Misuari, agar mengakhiri konflik Moro di Filipina Selatan.

Bicara soal Filipina inilah Kivlan Zein dan Surya Paloh sedikit bersitegang. Soalnya, Kivlan Zein menapikan peran Yayasan Sukma dalam aksi pembebasan sandera WNI dari tangan Abu Sayyaf.

Kini, Surya Paloh dan Wiranto sama-sama orang lingkar di pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Sedangkan Kivlan Zein yang karib dengan Prabowo masih tetap seorang yang berada di luar pemerintahan. Dan dengan latar belakang yang sedemikian rupa ini, kedua tokoh nasional kelahiran Aceh itu bisa dipastikan akan terus berseberangan sambil tetap menarasikan kecintaannya kepada NKRI.

Terkait bagaimana sepak terjang kepedulian keduanya terhadap tanah kelahiran, Aceh, Insya Allah kita ulas di lain waktu. []

KOMENTAR FACEBOOK