Asrizal DPRA dan YARA Buat FGD Tentang Hijab Cut Meutia

ACEHTREND.CO,Banda Aceh- Beberapa ormas yang berada di Aceh akan mengadakan acara Diskusi Grup bertajuk “Hijab untuk Cut Mutia”, di 3 in 1 Coffee Shop (Depan Hermes Hotel), Selasa (27/12/2016) pukul 13:45 WIB.

Perhelatan raya itu diisi oleh Husaini Ibrahim – arkeolog Unsyiah – Yayasan Warisan Aceh Nusantara (Wansa), Taqiyuddin Muhammad – Peneliti Sejarah Kebudayaan Islam dari CISAH (Central Information for Samudra Pasai Heritage), Harun Keuchik Leumiek – Budayawan Kolektor Pakaian dan Perhiasan Bangsawan Aceh, Tuwanku Warul Walidin bin Tuwanku Muhammad Yusuf – Cicit Sultan Aceh Darussalam Terakhir, Asrizal H Asnawi – Anggota DPR Aceh dari partai PAN, Mukhlis Mukhtar – Advokad YARA, Haikal Afifa – Institut Peradaban Aceh, Muhajir Ibnu Marzuki – Sekolah Hamzah Fansuri.

“Untuk hal ini (Cut Mutia tidak berhijab di uang kertas), kita sengaja mengundang handai taulan untuk bersama-sama membicarakan tentang bagaimana sebenar-benarnya sejarah kita. Yang oleh kerana apada hari ini, sesama bangsa saja memperdebatkan kemurnian sejarah leluhur sendiri,” ucap Asrizal, salah seorang pembicara pada kelompok diskusi tersebut, Senin, 26 Desember 2016.

Asrizal mengatakan, acara ini dimoderatori oleh Munawar Liza Zainal, salah seorang Politisi Aceh, yang pernah menjabat Walikota Sabang.

“Sebagai pihak panitia, melalui ini, kami mengundang kawan kawan yang peduli syariat Islam dan sejarah yang ada di Banda Aceh dan sekitar untuk menghadiri acara ini. Gratis, terbuka untuk umum, ” kata Asrizal H Asnawi – Anggota DPRA dari PAN, yang membuat acara tersebut bersama YARA (Yayasan Advokasi Rakyat Aceh), dan Thayeb Loh Angen – Sekolah Hamzah Fansuri.[]

KOMENTAR FACEBOOK