Narkoba dan Kekerasan Politik

Ilustrasi

Oleh Muhammad Fuad Saputra.
Bagi pengguna narkoba jenis apapun, mereka tidak butuh alasan logis untuk mengganggu orang lain. Jangankan untuk sekedar memukul, menghilangkan nyawa orang lain sekalipun, mereka akan sangat siap. Mari simak sejumlah pelaku kekerasan dalam durasi 2016 di Aceh, baik yang bermotif biasa maupun yang bersinggungan dengan politik, nyaris semuanya tidak jauh-jauh dalam kesehariannya sebagai penyalahguna narkoba, khususnya sabu-sabu.

Kita tentu tidak bisa membantah bahwa Aceh merupakan kawasan yang menjadi surga bagi pengedar dan pengguna sabu-sabu. Walau polisi gencar melakukan penangkapan, namun bandar sabu dengan istana mewahnya hadir di tiap kecamatan. Dengan tanpa beban mereka berbisnis barang haram di depan “hidung” penegak hukum.

Para pengguna sabu, secara psikologi telah berubah menjadi hewan buas yang siap menerkam siapapun. Coba lihat dengan teliti, hampir semua kejahatan, baik ringan maupun berat di Aceh, mayoritas dilakukan oleh pengguna sabu-sabu.

Dilihat dari sisi psikologi, keterkaitan erat antara penggunaan sabu dan kriminal memang seperti dua sisi mata uang. Berhubungan dan tidak bisa dipisahkan. Efek sabu sabu utamanya akan terlihat pada gejala – gejala psikologis yang muncul dari pecandu sabu – sabu. Biasanya gangguan ini akan muncul sesaat setelah pecandu menghisap sabu, atau bisa juga terjadi ketika pecandu ssedang sakau.

Dikutip dari Halo Sehat.Com, Sabu – sabu memberikan efek energy yang berlebihan pada pecandunya. Energy yang berlebihan ini kemudian akan berimbas pada kondisi tubuh yang mudah merasa gelisah dan tidak bisa diam. Gangguan Kecemasan Gangguan kecemasan merupakan gejala ‘standar‘ yang muncul karena penggunaan sabu – sabu. Hal ini juga merupakan faktor lain yang membuat pecandunya merasa gelisah dan tidak mau diam dan tidak bisa tenang.

Pengguna sabu-sabu Memiliki semangat yang tinggi. Merupakan efek langsung yang dapat dirasakan pecandu ketika melakukan kegiatan ‘nyabu‘. Hal ini merupakan pengaruh dari amphetamine yang terdapat pada sabu – sabu, sehingga energy akan meledak – ledak, dan memiliki semangat yang tinggi. Seolah – olah energy yang dimiliki tidak akan pernah habis dan ada terus.

Kemudian delirium, merupakan perubahan kesadaran yang terjadi sebagai efek dari kegiatan ‘nyabu‘. Pecandu akan merasa tidak sadar akan hal – hal apa saja yang dia lakukan, serta secara ‘tidak sadar’ pula dapat melakukan tindakan kriminalitas.

Agresif. Dengan energy yang bertambah dan meledak – ledak, disertai dengan kondisi tubuh yang sensitive dan mudah tersinggung, maka pecandu sabu – sabu akan memiliki kecenderungan untuk bertindak lebih agresif.

Sensitif dan Mudah Tersinggung. Salah satu efek dari kegiatan nyabu adalah pecandunya menjadi sosok yang sangat mudah tersinggung, dan sensitive. Ibaratnya disenggol sedikit pun, mungkin mereka bisa membunuh orang.

Halusinasi. Merupakan ‘paket’ yang diperoleh dari pecandu sabu – sabu. Halusinasi merupakan suatu keadaan dimana pecandu melihat sesuatu atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Nah dilihat dari penjelasan di atas, segera bisa terjawab bila maraknya aksi kekerasan politik di Aceh, yang dilakukan baik individul maupun massal, selain karena faktor korp, juga sangat dipengaruhi oleh narkoba. Tentu kita bisa melihat kecenderungan dari sekeliling, bahwa seseorang yang menjadi pengguna sabu menjadi militan –tanpa perhitungan–. Dalam dunia kriminal, hanya dua jenis manusia yang bisa dibuat militan yaitu orang bodoh dan orang mabuk. Sedangkan posisi orang pintar yang berkepentingan, hanya menjadi pendorong dan provokator semata.

Lalu apa yang harus dilakukan? Tentu polisi adalah pihak yang paling tepat untuk mereduksi ini. Dengan kewenangan yang dimiliki, aparat penegak hukum bisa menekan laju kekerasan politik di musim pilkada dengan cara memberantas genk sabu. Bila genk narkoba tidak bisa dimasukkan ke dalam kotak, jangan pernah berharap Pilkada Aceh akan aman. Karena penyalahgunaan kekuasaan akan berkaitan erat dengan narkoba dan kriminal.

Pertanyaannya, maukah polisi melakukannya secara serius? []

KOMENTAR FACEBOOK