Menanti Kekalahan ke 3, Tu Bulqaini dalam Politik Pilkada Aceh

Oleh : Ramli Bin Ali Alias Wan Gumok

Sebagaimana kita ketahui, Pilkada Aceh hanya tinggal hitungan hari, Ghazwatul Fikr (Perang Pemikiran) dalam konstelasi Politik Aceh semakin panas, berbagai macam manuver, intriks, sabotase, spionase baik bersifat terang terangan maupun senyap kerap terjadi, ikut serta koprol-koprol politik juga dilakonkan oleh para aktor politik dalam memenangkan para calon gubernurnya.

***

Salah satu aktor yang paling vokal dalam tarian politik calon gubernur periode 2017-2022 adalah Yang Mulia Tgk H Tu Bulqaini Tanjungan. Tubulqaini, begitu kerap dipanggil publik Aceh, terlibat penuh dalam memerankan juru kampanye Pasangan Muzakir Manaf & T.A Khalid. Beliau adalah pemimpin pesantren Markaz Al Aziziyah Lueng Bata, Banda Aceh.

Tubulqaini muda juga dikenal dalam kiprahnya di dalam organisasi Taliban pada masa konflik, Tu berperan aktif dalam mengawal dan menjaga Aceh, ketimpangan dan ketidakadilan serta korban yang tak berdosa berjatuhan akibat konflik mendera, membuat Tubulqaini melakukan perlawanan secara intelektual terhadap segala keputusan Jakarta yang merugikan Aceh secara Komperensif.

Pasca Damai Helsinki medio Agustus tahun 2005 Tu Bulqaini mulai memasang kuda-kuda, tak pelak dalam Pilkada 2006, Tu Bulqaini menjagokan H20 (Humam Hasbi Oke) sebagai calon Gubernur, safari politik Tubulqaini yang bermain di zona santri belum dapat membuat pasangan Humam Hasbi Oke menuai kemenangan.

Salah satu bentuk manuver Tubulqaini adalah memotong pembicaraan pimpinan pesantren di Kabupaten Bireun ketika menerima tamu pasangan Irwandi Yusuf berkunjung ke pesantren tersebut dalam rangka menghadiri Maulidul Rasul. Kira kira begini ujar Tubulqaini “Kamoe Ngon Abu ka komit untuk Gubernur Aceh bak Pilkada nyoe meusokong H20, jadi bek neupeugah bhah politik le disinoe,” ujar salah satu lawan bicara bulqaini kepada penulis.

Kegigihan dan semangat juang yang tinggi dilakukan Oleh Bulqaini belum mendapat hasil maksimal. Ya! Sejarah Aceh mencatat Pilkada 2006 dimenangkan oleh calon Independen Drh. Irwandi Yusuf, M.Sc dan pasangannya.

Pada Pilkada 2012. Tubulqaini dengan sangat heroik mendukung Tgk H Muhammad Nazar S.Ag sebagai calon Gubernur, Tubulqaini kerap mengantikan Nazar ketika ianya berhalangan tatkala Nazar di dapuk sebagai penceramah dalam berbagai even semasa durasi waktu kampanye, baik secara dialogis maupun kampanye terbuka.

Hasilnya dalam Pilkada ini bisa di tebak, dimana calon yang didukung oleh Tubulqaini kembali menuai kekalahan, statistik politik Aceh mencatat, ini kekalahan kedua TuBulqaini, dalam Politik Pilkada Gubernur Aceh.

***

Pada Pilkada 2017, nama Tubulqaini kerap terpampang dimedia baik secara online maupun cetak. Ya dalam Pilkada ini Tubulqaini mendukung dan menjadi juru Kampanye Muzakir Manaf dan TA Khalid.

Bahkan publik kerap disuguhkan pertanyaan Tubulqaini yang kontroversial, bila dianalisa agak kurang jelas kenapa adrenalin tubulqaini begitu kencang menjagokan dan mendukung dengan penuh gelar tikar kepada salah satu mantan kombatan yaitu Muzakir Manaf, entah vitamin apa yang diberikan atau program apa yang dijanjikan.

Salah satu Teungku yang juga pimpinan Pesantren di kabupaten Aceh Besar menyebutkan, dimana posisi “Tubulqaini mendukung dalam Politik disitu pula kekalahan calon itu akan tiba”, hal ini menurut Teungku tersebut, “Trah Gen dalam aliran darah Tubulqaini adalah aliran darah ulama, bukan umara konon lagi sebagai politisi.”

Nah, melihat kondisi elektabilitas, dan menganalisa hasil survei berbagai lembaga Surveyor Politik, hampir 97 % menayangkan hasil bahwa Pasangan DR Drh H Irwandi Yusuf Msc dan Ir Nova Iriansyah M.T, dan apabila hasil survei ini selaras dengan hasil Pilkada yang dilaksanakan pada bulan Februari 2017, dan Irwandi Yusuf keluar sebagai pemenang dalam Pemilihan Gubernur ketiga Pasca Damai ini.

Maka ini adalah kekalahan politik untuk ketiga kalinya bagi Tubulqaini dalam konstelasi pemilihan Gubernur Aceh. Dan pantas sekali nyanyian lagu Ridho Rhoma dengan salah satu lirik “Datanglah, Kedatanganmu kutunggu” kita gantikan dengan frasa lirik ini untuk menghibur Tubulqaini pasca Pilkada nanti “Dukunglah Tu, Kekalahan akan menunggumu” dan anak muda penikmat sepakbola menyebutkan “menyoe kalinyoe taloe lom, nyan ka hatrick Tu!”

Semoga Tubulqaini terus diberi nikmat kesehatan oleh Allah SWT dan cepat kembali ke pesantren, mengajar para santri yang rindu akan Ilmu tubulqaini. Takber – Allahu Akbar!

Penulis adalah Pelaku Perang pada masa konflik, dan tidak menerima bantuan Eks Kombatan 650 Milyar, satu rupiahpun.

KOMENTAR FACEBOOK