Surya Paloh dan Tiga Tirois

Di halaman facebook beredar foto Surya Paloh sedang bersama Muzakir Manaf. Surya Paloh tampil dengan pakaian jas, sedangkan Muzakir Manaf tampak berpenampilan biasa.

Keesokannya, muncul foto lainnya. Surya Paloh dengan pakaian jasnya sedang berada di meja makan bersama Irwandi Yusuf. Sama seperti Surya Paloh, Irwandi Yusuf juga memakai jas.

Tidak lama kemudian muncul lagi foto dimana Surya Paloh bersama dengan Zakaria Saman. Surya Paloh juga tampil dengan jasnya, sedangkan Zakaria Saman sama seperti Muzakir Manaf, berpakaian biasa.

Saya tidak tahu, apa agenda ketiga calon gubernur Aceh itu bertemu dengan Surya Paloh. Apakah ketiganya yang meminta bertemu dengan Surya Paloh, atau sebaliknya, Surya Paloh yang ingin bertemu dengan ketiga calon gubernur Aceh itu.

Terlepas dari apapun agenda mereka, dari ketiga tirois itu, hanya satu yang menjalankan etika pergaulan yang diterapkan oleh Hasan Tiro.

Etika pergaulan itu adalah cara berpakaian. Saya bukan anggota GAM, tapi dari apa yang saya dengar, Hasan Tiro sangat memperhatikan semua etika pergaulan, termasuk dalam hal berpakaian.

Itulah sebabnya, banyak foto Hasan Tiro yang beredar selalu tampil necis dan umumnya memakai jas, apalagi bila bertemu dengan orang atau pihak lain.

Maimun Saleh membuka tulisannya dengan kalimat yang menggambarkan sosok Hasan Tiro yang rapi dan necis. “LELAKI itu terlihat rapi dengan jas hitam, dasi marun dan kemeja putih.”

Dalam tulisan imajinernya, Muhajir Juli juga melukiskan Hasan Tiro sosok yang suka memakai jas. “Tatapan matanya yang bersinar membuat dia nampak gagah dan perkasa. Dia memakai baju jas serta berdasi. Penampilannya rapi dan necis. Fashionable.”

Seorang yang mengaku sebagai mantan jurnalis dan pernah menjadi kepala biro humas setda Aceh juga pernah menulis tentang Hasan Tiro yang senantiasa memakai jas.

“Sepanjang saya berinteraksi dengan beliau, saya mencoba merekam kebiasaan seorang Hasan Tiro . Pertama saya memperhatikan beliau dengan pakaiannya. Tingkah laku dan bahasa tubuh beliau. Saya melihat bagaimana rapinya beliau walaupun dengan baju dan jas yang sudah sangat tua. Jas wol itu sudah pudar di belakangnya. Begitu juga di sikunya. Bahkan lipatan bawahnya membulat. Begitu juga sepatu dan kaus kaki beliau. Tapi jangan bayangkan bahwa beliau lusuh. Hasan Tiro amatlah rapi.”

Zaini Abdullah juga pernah bersaksi tentang Hasan Tiro yang mengajarinya filosofi hidup. “Saya bersama beliau sejak awal hingga akhir. Wali mencontohkan bagaimana cara hidup. Tahu kapan mengatakan tidak, dan tidak takut dalam bertindak.”

Tak hanya itu, bagi Doto Zaini, Hasan Tiro juga mengajarkan hal-hal kecil yang tidak terpikirkan oleh orang lain. Mulai dari cara berpakaian, cara makan, hingga etika pergaulan dengan dunia luar.

Surya Paloh bukanlah Tirois. Dia aneuk Aceh yang mengagumi Soekarno, dan teramat mencintai Indonesia. Bahkan, cintanya kepada Aceh, negeri bapaknya kalah oleh kecintaannya kepada Indonesia.

Tapi, ketika ia bertemu dengan tiga Tirois, ia sadar sedang berhadapan dengan siapa. Ketiganya, Zakaria Saman, Muzakir Manaf dan Irwandi Yusuf adalah Tirois, pewaris langsung idiologi Hasan Tiro. Maka, untuk bertemu dengan Tirois itu ia memakai pakaian yang disenangi dan selalu dipakai oleh Hasan Tiro jika bertemu dengan tamu. Dan, dia sekalipun orang Aceh juga punya rasa hormat kepada Hasan Tiro.

Tapi, dari tiga Tirois yang bertemu dengannya hanya ada satu yang mempraktekkan tata pergaulan yang dipraktekkan oleh Hasan Tiro, dan pembaca tahu, siapa dia. []

KOMENTAR FACEBOOK