Ketakutan Munawar Liza Pun Menyata?

ACEHTREND.CO,Banda Aceh-PROYEK BETON PRA-CETAK ACEH, DITUTUP? Begitulah kalimat yang dituliskan oleh Munawar Liza Zainal, Rabu (18/1/2017). Ia sedang mempertanyakan kebenaran informasi penutupan proyek jembatan pra cetak Aceh, milik Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat di Beureuenun. Proyek yang sama juga dibuka di beberapa tempat lain di Indonesia.

Namun, pertanyaan mantan Walikota Sabang itu kian mendekati kebenaran. Tanpa sengaja aceHTrend, Kamis (19/1/2017) berpapasan dengan truck yang mengangkut beton pra cetak di kawasan Matangglumpangdua, Bireuen. Dilihat dari plat truck yang mengangkutnya, sepertinya dari luar Pulau Sumatera. Plat truck itu berawal S. Serta melaju dari arah timur menuju barat.

Berikut kekhawatiran Munawar Liza yang dituliskan di fbnya:

Kalau kita menuju Beureunuen dari Sigli, di sebelah kiri jalan ada sebuah komplek, dekat dengan simpang Keumangan. Sebelum ada kios, dulu terlihat ada beton-beton terlihat dari jalan.

Menurut informasi seorang kawan, itu adalah Proyek Jembatan Pra-cetak Aceh, milik kementerian PU PR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Selain di Beureunuen, juga ada di beberapa kota lain yaitu Sanggau di Kalimantan Barat, Purwokerto di Jawa Tengah, Beureunuen di Aceh, Muara Bungo di Jambi, Poso di Sulawesi Tengah.

Proyek itu didirikan pada akhir tahun 1979, alih teknologi, hibah peralatan kerja, pelatihan tenaga kerja dengan bekerja sama dengan pemerintah Australia.

Untuk pembangunan jembatan di Aceh, memakai beton pra-cetak proyek tersebut. Sejak 36 tahun didirikan, hampir 300 jembatan dibuat memakai produk proyek ini. Bukan hanya di Aceh, tapi juga sampai ke Sumatera Utara (Lubuk Pakam dan Kisaran).

Selain hampir semua jembatan di Aceh memakai beton pra-cetak dari Beureunuen tersebut, juga yang baru-baru ini selesai dibuat. Seperti jembatan di Balohan Sabang, jembatan Pango, jembatan Lambaro menuju airport, jembatan di atas laut antara Gampong Jawa – Uleelheu, juga jembatan Lamnyong yang baru saja selesai.

Proyek tersebut menghasilkan pendapatan untuk negara, menghasilkan tenaga-tenaga kerja berpengalaman, dan memudahkan pelaksana pekerjaan jembatan mendapatkan beton pra-cetak yang diperlukan.

Juga dengan adanya pembangunan jalan tol Sumatra, mestinya proyek Beureunuen tersebut bisa berkontribusi banyak.

Namun ada berita mengejutkan, sepulang tim bantuan gempa Pidie Jaya PU pusat yang berposko di dalam komplek tersebut, diputuskan oleh kementerian PU, Proyek Beton Pra-cetak Aceh, akan ditutup di bulan Januari ini oleh kementerian.

Nah, akan dibawa ke mana tenaga-tenaga yang berpengalaman tersebut, dan nantinya, pengusaha yang membangun jembatan di Aceh, harus memesan dari Medan, atau tempat lain yang jauh.

Pemerintah dan parlemen Aceh harus mengecek kebenaran penutupan proyek ini. Jangan sampai Aceh dirugikan.[]

KOMENTAR FACEBOOK