FDKP: DAS Peusangan Kritis, Satu Juta Jiwa Terancam

ACEHTREND.CO,Bireuen- Ketua Forum DAS Krueng Peusangan (FDKP) Suhaimi Hamid, Jumat (20/1/2017) mengatakan, kondisi disepanjang ekosistem DAS Peusangan dalam kondisi kritis. Bila tidak ditangani secara serius dan massif, tidak tertutup kemungkinan, satu juta jiwa penduduk di sepanjang aliran sungai akan terancam kehidupannya.

Hal ini disampaikan oleh aktivis lingkungan hidup itu ketika meninjau jembatan Tingkeum di Kutablang, Bireuen yang nyaris rubuh karena dihantam oleh derasnya air sungai yang ikut menghanyutkan balok-balok kayu berukuran sangat besar.

Suhaimi menyebutkan, miringnya jembatan Tingkeum Kutablang bukan hanya karena tiangnya dihantam oleh balok kayu berukuran raksasa, tapi juga akibat pengikisan tanah yang disebabkan oleh aktivitas galian C di kawasan itu.

“Persoalan tiang jembatan ini sudah lama. Balok kayu itu hanya mempercepat saja. Di bawah jembatan ini, dulunya dilakukan pengerukan pasir. Jadi saling terkait saja. Intinya ada banyak masalah di DAS Peusangan,” kata Suhaimi yang juga Ketua Fraksi PNA DPRK Bireuen.

Ia juga menambahkan banyaknya balok kayu berukuran besar yang hanyut menunjukkan adanya aktivitas perambahan hutan yang massif di sepanjang DAS. Kondisi DAS yang kritis otomatis menjadi ancaman bagi satu juta penduduk yang hidup di sepanjang aliran sungai.

“Volume airnya belum pada titik tertinggi. Hujan yang turun dalam dua hari ini bukan berasal dari dataran tinggi Gayo, tapi hujan lokal di hulu Bireuen. Bayangkan bila di Gayo juga hujan lebat, mungkin Krueng Peusangan akan lebih horor lagi,” kata Suhaimi.

Untuk itu ia menghimbau agar adanya upaya penyelamatan DAS Peusangan. Karena kerusakannya semakin hari semakin parah. Kondisi saat ini sudah masuk kategori kritis. Semua jaringan DAS Peusangan bermasalah. Bila dibiarkan begitu saja, Suhaimi memprediksi, Bireuen dan beberapa kabupaten lainnya akan menanggung akibat yang lebih besar di hari depan.

Semakin Miring
Kondisi jembatan rangka baja Tingkeum, di Kutablang, Bireuen, semakin tidak aman. Kemiringannya sudah mencapai 20 derajat. Sehingga kekuatan daya tampungnya semakin berkurang.

Kepala BPBD Bireuen, Farhan Husen mengatakan, untuk saat ini jembatan hanya mampu menampung beban mobil dengan berat maksimal 20 ton. Di atas itu, mobil dilarang melintas.

Untuk itu ia menghimbau kepada warga yang melintas untuk ekstra hati-hati.”Kekuatan jembatan semakin menurun. Tiang penyangga jembatan dihantam balok raksasa yang panjangnya mencapai 25 meter,” ujar Farhan. []

KOMENTAR FACEBOOK