Survey: Rahmatsyah Unggul Dari Suadi Yahya

ACEHTREND.CO,Lhokseumawe- Dari empat pasang calon Walikota yang diresmikan oleh KIP Kota Lhokseumawe, Suadi Yahya – Yusuf Muhammad didukung oleh 26,7 %. Sementara Rachmatsyah – T.Noufal didukung oleh 31,9 %. Dua calon lain yaitu Helmi – Maisyuri dan Zulkifli – Amni masih dibawah 20%. Sementara yang belum menentukan pilihan masih cukup besar sekitar 13,5 %.

Dengan hasil di atas, peluang pilkada kota Lhokseumawe jika pilkada berlangsung dua putaran, yang mungkin lolos adalah pasangan pasangan Suaidi Yahya – Yusuf Muhammad dan Rachmatsyah – T.Noufal. Suaidi Yahya unggul di segmen basis tradisional, sementara Rachmatsyah unggul hampir disemua segmen pemilih dan di semua teritori.

Sementara Pilkada kurang dari 1 bulan lagi, apa yang membuat posisi Rachmatsyah lebih dominan dibanding incumbent? Riset kami menunjukkan tiga alasan. Pertama ; Dibanding kedua calon penantang Incumbent, Rachmatsyah tetap figur yang paling dikenal, 75% pemilih Lhokseumawe mengenalnya, sementara Helmi dan Zulkifli hanya dikenal dibawah 40% oleh pemilih. Kedua ; Secara umum, tingkat kepuasan atas kinerja Incumbent Suaidi Yahya menurun. Tidak lebih dari 35 % pemilih puas dengan kinerjanya secara umum. lebih detail lagi pemilih menganggap Suaidi Yahya tersandra oleh kepentingan pihak lain dan tidak memiliki program yang bisa disebut memiliki success stories. Ketiga ; Suaidi yahya dianggap kurang berhasil untuk program yang sangat penting ; Reformasi Birokrasi mencakup (efektifitas anggaran,birokrasi bersih minus KKN), Menciptakan lapangan kerja dan Program Pemberdayaan masyarakat untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di kota Lhokseumawe.

Pesan publik melalui riset kami ini sangat jelas, siapapun yang menang nanti, mayoritas publik mengharapkan Walikota terpilih mempunyai leadership, berani dan tegas dan memiliki kemampuan menciptakan tatanan birokrasi yang bersih dan transparan, profesional serta mewujudkan pemerataan sosial dan pemerataan pembangunan. Inovatif dalam mengawal Lhokseumawe tumbuh menjadi kota yang aman, nyaman serta berdaya saing. Dan menghindari Kota Lhokseumawe dijadikan tempat berlindung para pelaku korupsi yang menjarah uang rakyat dan para bandar-bandar narkoba yang telah membawa kerusakan pada generasi muda kota Lhokseumawe hari ini dan di masa yang akan datang.

Lhokseumawe, 21 Januari 2017
Publikasi Riset dan Survei Aceh Politika Research,
Andri.