Berebut Sofyan Daud

Sofyan Dawood dengan kacamata hitam saat menjadi Juru bicara GAM

Sofyan Daud hengkang dari Tim Pemenangan Tarmizi A Karim jadi headline media online dan cetak belakangan ini. Jika benar adanya maka mantan GAM yang hobi gonta ganti paslon ini sekarang menjadi rebutan paslon lain.

Beberapa analis politik Aceh memperkirakan SD akan bergabung dengan Muallem atau Irwandi Yusuf. Sebabnya tentu latar belakang yang sama, mereka lahir dari rahim Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Kesamaan inilah yang memungkinkah Sofyan akan bergabung dengan keduanya.

Peluang bergabung dengan Dzaini maupun Zakaria Saman sangat kecil. Mengingat Sofyan membutuhkan kandidat dengan peluang kemenangan yang besar. Dzaini dan Apa Karia dianggap tak punya cukup peluang menang.

Masing-masing tim pemenangan, baik tim Muallem maupun Irwandi kini mulai mengklaim sudah mendapatkan deal dengan Sofyan Daud. Begitu pentingkah seorang Sofyan Daud dalam percaturan politik Aceh. Semua orang penting dalam pilsung termasuk Sofyan Daud. Mengistimewakan politisi dengan track-record demikian juga bukan sesuatu yang luar biasa.

Lalu kemanah Sofyan Daud akan berlabuh? Ada pendapat Sofyan Daud akan berlabuh ke tim Muallem, argumen pendapat ini berdasarkan masa lalu. Sama-sama pejuang GAM di lapangan, ikatan emosional lebih kena dan pas. Kemungkinan ini bisa saja terjadi, apalagi selama ini SD dan Muallem belum berkonflik, beda sekali dengan Irwandi dan timnya yang sempat menyentil Sofyan Daud.

Namun dalam politik semua mungkin, termasuk pendapat kedua yang mengatakan Sofyan akan bergabung dengan tim pemenangan Irwandi-Nova. Adalah SBY Ketua Umum Partai Demokrat yang bisa menundukkan Sofyan Daud. Kita ketahui Sofyan merupakan mantan tim pemenangan SBY saat pilpres. Kemungkinan inilah yang membuat tim pemenangan Irwandi-Nova sangat optimis Sofyan Daud bergabung bersama mereka.

Manuver Sofyan Daud dibabak akhir pilkada memang menarik perhatian publik tak terkecuali tim pemenangan paslon yang butuh pasukan tambahan. Tentu saja nilai jual Sofyan Daud semakin tinggi, walaupun secara politik gaya berpolitik Sofyan terkesan tidak loyal.

Kita ketahui Sofyan pernah menjadi Ketua Tim Pemenangan Irwandi pada pilkada 2012, lalu sempat singgah ke Tarmizi A Karim dan sekarang bebas transfer. Publik tentu bisa menilai apa yang dicari mantan GAM ini (Sofyan Daud). Tentu saja dalam politik semua mencari kemenangan namun kemenangan juga sebaiknya jangan menghalalkan segala cara.

Adagium tidak ada teman abadi yang ada kepentingan, memang fasih dijalani Sofyan Daud. Tak salah memang bila ia mengubah dukungan dari satu calon ke calon lain dengan pertimbangan objektif, serta dengan pertimbangan kekuasaan. Namun demikian kita berharap tidak ada politik saling hujat yang hanya mendatangkan konflik. Selamat berlabuh Bang Sofyan Daud, semoga singgah di kapal yang benar menurut Kanda.

KOMENTAR FACEBOOK