Demo Kampus, Aktivis UTU Akan di DO?

ACEHTREND.CO, Meulaboh- Ratusan mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) sejak empat hari terakhir menggelar aksi protes terhadap pelayanan Perguruan Tinggi setempat. 

Mahasiswa pun berencana untuk bertahan di posko depan kampus, dan melanjutkan orasinya sebelum pihak manajemen perguruan tinggi tersebut komit menyekesaikan tuntutan mereka.

Usai aksi susulan digelar mahasiswa, Selasa (31/1/2017), sejumlah mahasiswa mengaku beredar informasi bahwa aktivis mahasiswa yang melakukan aksi demontrasi tersebut terancam akan mengalami drop out (dikeluarkan dari UTU) oleh pihak kampus setempat.

Menyikapi hal itu, Wakil rektor tiga bidang kemahasiswaan Universitas Teuku Umar, Dr. Teuku Ahmad Yani, mengatakan, untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiawa, pihaknya telah berkonsltasi dengan Rektor, dan tuntutan mahasiswa akan ditanggapi dan diselesaikan setelah rapat konsolidasi terbuka yang rencananya akan digelar pada hari senin mendatang.

“Kami memahami aspirasi mahasiswa, mungkin ada informasi yang tersumbat terkait masalah-masalah di UTU. Makanya hari senin Tanggal 6 Ferbruari, kami gelar rapat konsolidasi secara terbuka. Kita libatkan seluruh unsur dari lembaga mahasiswa maupun dari akademik. Mari kita bahas semua permasalahan yang perlu kita perbaiki di UTU secara bersama-sama”kata Ahmat Yani.

Ia menambahkan, pada prinsipnya pihak manajemen UTU menyambut baik semua aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Pihaknya telah sepakat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perbaikan aktivitas pembelajaran di UTU.

“Kami mengharapkan, dengan diadakan forum evaluasi ini, bisa memperbaiki semua lini, kami juga menyatakan bahwa perwalikan mahasiswa yang hadir dalam forum nanti bebas bersuara terkait permasalah yang ada, untuk kita perbaiki,” katanya.

Disinggung terkait beredar ancaman drop out (DO) terhadap aktivis mahasiswa yang selama ini melakukan aksi di kampus, pihak rektorat menyatakan DO tidak berlaku pada mahasiswa hanya karena melakukan aksi di kampus. Menurutnya DO berlaku bagi mahasiswa yang tidak menyelesaikan kuliah dengan jadwal akademik yang ditentukan.

“Ada informasi bahwa mahasiswa yang aksi demo akan di DO, ini sangat tidak benar, kalau pun harus di DO itu bagi mahasiswa tidak menyelesaikan kuliah dengan jadwalnya. Dan DO itu melaui sebuah proses, bukan serta-merta pihak kampus boleh men-Do-kan mahasiswa,” tegasnya. 

“Pada intinya, kami tidak alergi dengan demo, silakan mahasiswa menyampaikan asprasi dengan santun,” katanya menambahkan.[]

KOMENTAR FACEBOOK