Johan, “Pria Skandinavia” di Lingkar Kerja Pemenangan Irwandi – Nova

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Suasana kantin SMEA Lampineung terlihat agak ramai, Minggu, 26 Februari 2017. Sejumlah pria terlihat asyik menyeruput kopi hitam sambil bercakap-cakap dengan sesama rekannya. Sekali-kali gelak tawa dan canda terdengar dari sejumlah penikmat kopi yang duduk di sudut kiri warung. Salah seorang pria dari kawanan ini langsung melambaikan tangan dan menyapa.

“Peu haba syedara? Trep hana komunikasi lee via facebook!” ujar pria berpostur tinggi dan berkepala plontos ini sambil mengulurkan tangganya kepada saya.

Pria ini bernama lengkap Johan Habib Makmor. Pria asal Daratan Tinggi Gayo ini merupakan sosok yang kerap terlihat dilingkar kerja pemenangan Irwandi-Nova pada pilkada 2017. Sosok yang dikenal santun ini sudah menetap di negara Skandinavia sejak 1998. Di negara ini, Johan aktif di partai politik Sosial Demokrat di Kota Aarhus, Denmark.

“Saya sudah empat bulan pulang ke sini. Tujuan saya untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat Aceh agar nantinya bisa memilih calon pemimpin yang terbaik untuk Aceh. Pada prinsipnya, ke enam calon Gubernur itu punya kemampuan yang bagus, tapi dari dari ke enam itu, hanya satu yang bisa berbuat lebih baik, yaitu Bang Wandi (Irwandi Yusuf-red),” ujar Johan Habib Makmor.

Sebagai sahabat, Habib memang berharap ke depan agar kandidat nomor urut enam ini bisa merealisasikan apa yang sebelumnya sudah disampaikan kepada masyarakat. Untuk merealisasi tujuan itu, kata Habib lagi, Irwandi-Nova tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun Aceh. Akan tetapi, harus ada peran dan kontribusi positif dari semua rakyat Aceh.

“Jadi Bang Wandi ataupun Bang Nova tidak bisa membangun Aceh ini sediri. Tapi harus ada peran dan dukungan dari seluruh rakyat Aceh. Apakah rakyat Aceh sudah bersiap nggak membantu membangunnya, tapi beliau lah leadernya,” kata Johan Habib Makmor.

Sebagai putra Aceh yang peduli dengan tanah kelahirannya, Johan merasa terpanggil untuk kembali ke kampung halamannya saat pesta demokrasi Aceh berlangsung. Meski ia seringkali membantah jika terlibat langsung sebagai timses Irwandi-Nova, namun ia mengaku sangat mendukung positif langkah politik Irwandi Yusuf di Aceh.

“Semasa beliau berkampanye, saya tidak pernah turun bersamanya. Hanya saja saya saat turun ke lapangan bersama rekan saya agar memilih sosok pemimpin yang amanah. Jadi saya suruh mereka agar memilih pemimpin itu bukan karena teman, bukan saudara, bukan karena seperjuangan, tapi kita harus melihat kriteria pemimpinnya,” kata Johan lagi.

Johan menjelaskan, dari ke enam calon pemimpin di Aceh, sosok seorang pemimpin itu sangat melekat pada Irwandi Yusuf. Baginya, Irwandi Yusuf bukan saja sebagai sahabatnya, akan tetapi juga sebagai figur visioner yang bisa membawa Aceh lebih baik ke depan. Hal ini dengan adanya sejumlah bukti-bukti konkrit masa pemerintahannya dulu.

“Jadi, saya rasa sangat realistis jika Aceh ini dipimpin kembali oleh Bang Wandi. Tinggal saja, mau nggak rakyat Aceh membantunya. Karena dengan dukungan rakyat Aceh-lah semuanya bisa terealisasi. Apalagi komitmen Bang Wandi agar terus berkomunikasi dengan tim relawannya di setiap daerah. Jadi peran relawan inilah yang nantinya sebagai penyambung lidah agar Aceh ini bisa maju dan berkembang,” kata Johan.

Meski mengenal dekat dengan Irwandi Yusuf, Johan mengaku sangat objektif. Bahkan ia mengatakan siap menegurnya jika suatu hari apa yang dilakukannya itu sudah melenceng dari visi-misinya terdahulu.

“Jadi kalau dia suatu hari berbuat salah, kita siap akan menegurnya,” pungkasnya.[]

KOMENTAR FACEBOOK