Wakil Bupati Aceh Barat Akan Meresmikan Sentra Kerajinan Enceng Gondok

ACEHTREND.CO, Meulaboh – Wakil Bupati Aceh Barat Drs. H. Rachmat Fitri. HD, MPA rencananya pada Jum at (31/3/2017) akan melaunching Kecamatan Arongan Lambalek sebagai sentra kerajinan enceng gondok. Acara Lounching akan digelar dikantor Kecamatan Arongan Lambalek dan rencananya akan dihadiri oleh Rektor Universitas Islam Negeri Ar-Raniry serta sejumlah SKPA dan SKPK Aceh Barat.

Penetapan kecamatan Arongan Lambalek Aceh Barat sebagai sentra kerajinan enceng gondok dikarenakan kecamatan ini memiliki sumber daya enceng gondok yang melimpah. Selain itu sejumlah Kelompok Usaha Produksi (KUP) telah terbentuk dan telah menghasilkan berbagai kerajinan dengan bahan dasar enceng gondok.

Munculnya kelompok Usaha Produksi dikecamatan Arongan Lambalek berkat adanya program Universitas Membangun Desa (UMD) melalui Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Inovatif, yang digelar mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, di kecamatan Arongan Lambalek.

Ide pelaksanaan UMD ini digagas secara bersama oleh LP2M UIN Ar-Raniry Aceh bersama Program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan – KOMPAK. Program KOMPAK adalah sebuah program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia dalam rangka mendukung strategi penanggulangan kemiskinan nasional, sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2015-2019.

Sebanyak 90 orang mahasiswa yang ikut dalam KPM ini, dibagi dalam tiga gelombang, untuk memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada kelompok perempuan yang tergabung dalam kelompok Usaha Produksi (KUP) untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan KUP dalam mengelola eceng gondok menjadi nilai ekonomis melalui serangkaian workshop dan pelatihan ketrampilan serta manajemen usaha.

“Hasil produksi kerajinan dengan berbagai bentuk yang telah diproduksi ibu-ibu KUP dari 3 desa selama 6 Bulan, akan dipamerkan dalam expo kerajinan tangan yg digelar di kantor kecamatan arongan lambalek,” kata Manajer Program UMD, Dr.Inayatillah, M.Ag.

Acara ini turut dihadiri oleh rector UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA serta ibu dan tim UMD, LP2M UIN Ar-Raniry. Dari pihak kabupaten akan hadir Kepala BAPPEDA dan SKPK terkait dari berbagai kalangan camat-camat di Aceh Barat, pihak perbankan, swasta, Dekranas Aceh Barat, Ibu PKK, dan Dekranasda. Langkah ini diharapkan memberi angin segar dan harapan untuk keberlanjutan usaha KUP yang sedang dibina. Panitia juga mengundang kampus yang ada di Kabupaten Aceh Barat.

“Semoga konsep pemberdayaan seperti akan menjadi inspirasi juga untuk program KPM/KKN di perguruan tinggi lainnya,” harap team leader program UMD UIN Ar-Raniry, Prof Eka Srimulyani.

KOMENTAR FACEBOOK