Tidak Mudah Membangun Kampus Swasta

ACEHTREND.CO, Bireuen- Rektor Universitas Almuslim Bireuen Dr. H. Amiruddin, S.E,M.Si, Kamis (20/4/2017) menyebutkan bahwa tidak mudah membangun dan membesarkan kampus swasta. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Tantangan utama tentu perihal pendanaan.

Hal ini disampaikan oleh Rektor Umuslim, saat membuka Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) 2017. Di hadapan senator Aceh Rafly Kande, Amiruddin menyebutkan, sudah 10 tahun Umuslim berjuang keras untuk bertahan. Memiliki status sebagai universitas swasta terbaik di Aceh, tentu beban berat. Walau secara aturan kampus negeri dan swasta dinaungi oleh satu UU, tapi dalam praktiknya kampus swasta dibiarkan merana dengan segala keterbatasan.

“Beda ketika universitas masih di bawah Kemendikbud. Kala itu kampus swasta seperti Umuslim masih diperhatikan dan selalu diberikan kesempatan bersaing secara fair. Kampus ini banyak mendapatkan bantuan dari Kemendikbud. Sekarang, tatkala di bawah Kemenristek Dikti, semua berubah. Kampus swasta dijadikan nomor dua,” ujar Amiruddin.

Amiruddin juga bercerita, selama ini ia membangun Umuslim dengan membangun hubungan dengan berbagai pihak. Termasuk dengan DPR. “Saya melobi dana aspirasi untuk membangun kampus ini. Ini harus kami tempuh untuk bertahan dengan segala keterbatasan,” terang Umuslim. []

KOMENTAR FACEBOOK