Pemerkosa Suci Masih Berusia 13 Tahun

ACEHTREND.CO,Lhoksukon- M bin Z yang merupakan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) terkait pemerkosaan sekaligus pembunuh Suci (6) d Kecamatan Sawangan, Aceh Utara, masih bocah. Usianya baru 13 tahun.

Informasi yang dihimpun oleh aceHTrend, walau masih ingusan, M bin Z tergolong memiliki akal yang panjang tatkala memerkosa, membunuh dan pasca kejadian. Ia sempat mencuci pakaian yang digunakan saat memerkosa Suci. Ia pun sempat menunaikan shalat Jumat dan ikut hadir ke TKP, saat warga mengevakuasi jenazah bocah malang itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, – Suci (6) Bocah asal Sawang, Aceh Utara, tewas pada Jumat (28/4/2017) setelah diperkosa oleh M bin Z (13) (awalnya ditulis 18 tahun-red) yang merupakan warga sekampung dengan korban. Setelah membunuh korban, pelaku sempat menunaikan shalat Jumat dan ikut mengevakuasi jenazah Suci.

Informasi yang berhasil dihimpun aceHTrend, Suci ditemukan sudah tidak bernyawa oleh warga di dalam hutan kecil, tidak jauh dari Sekolah Dasar Negeri 25 Sawang. Kapolres Lhokseumawe Hendri Budian melalui Kapolsek Sawang Iptu Ridwan ketika dihubungi oleh aceHTrend mengatakan, setelah pihaknya menerima informasi dari kepala Desa setempat langsung melakukan koordinasi dengan anggota Unit V Resmob Sat Reskrim Polres Lhokseumawe pada pukul. 13.00 WIB.

Selanjutnya anggota meluncur ke TKP dan mengumpulkan baket dengan cara melakukan interview terhadap warga masyarakat di sekitar TKP, dari hasil interview tersebut didapati fakta bahwa ABH tersebut diduga dilakukan oleh M bin Z, warga Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

“Setelah memeriksa beberapa saksi di TKP dalam waktu kurang dari 1×24 jam, sekitar pukul 16.00 WIB anggota kami melakukan penangkapan terhadap M bin Z,” tutur Kapolsek.

Lanjutnya, setelah menangkap ABH tersebut, pihaknya melakukan interogasi terhadap M, ia dan menceritakan kronologi pembunuhan terhadap Suci yang dilakukannya.

Kepada polisi ABH mengatakan,sekira pukul 11.00 WIB di SD Blang Ranto, M bertemu dengan korban, kemudian mengajak korban ke dalam hutan yang berada di samping sekolah tersebut. Setibanya di dalam hutan, pelaku hendak menyetubuhi korban namun korban melawan dengan cara meronta-ronta, karena korban melawan selanjutnya pelaku mencekik dan korban pun tewas.

Setelah korban meninggal dunia, ABH meninggalkan korban di TKP dan pulang ke rumah mengganti pakaian, mencuci pakaian yang ia gunakan saat membunuh korban, kemudian ABH mandi untuk melaksanakan shalat Jumat di Mesjid.

“Sepulangnya dari shalat Jumat diumumkan di mesjid bahwa telah ditemukan sesosok mayat di desa mereka, kemudian ABH kembali ke TKP bersama-sama dengan warga setempat dan membawa mayat korban ke rumah duka,” terang Kapolsek Sawang sembari mengulang pengakuan M.

KOMENTAR FACEBOOK