Prof Marwan Dorong Unsyiah Jadi Pusat Kajian Gelombang Ekstrim

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Unsyiah dipandang pantas menjadi pusat pengkajian gelombang ekstrim.

Soalnya, wilayah laut Aceh mencapai sekitar 50 persen dari luas wilayah. Dengan luas ini, perairan Aceh akrab dengan gelombang ekstrim sebagaimana kerap diberitakan oleh BMKG.

Untuk diketahui, rata-rata gelombang di Aceh cukup tinggi, 4-5 meter pada waktu tertentu. Jadi, wajar jika banyak kabar soal tidak bisa melaut para nelayan atau juga kapal-kapal yang tidak bisa berlayar, seperti rute Banda Aceh – Sabang.

Gelombang tinggi dan ekstrim ini memberi dampak kurang baik bagi perekonomian Aceh. Lebih dari itu, akibat gelombang juga membuat abrasi dan pengikisan pantai.

Gelombang tsunami yang disebut memiliki amplitudo sekitar 9 meter dan merambat dengan kecepatan sekitar 750 km/jam menjadi gelombang perusak dan pembunuh dengan korban manusia mencapai 100 ribu lebih, dan kerusakan lainnya, termasuk dasyatnya kerusakan pantai padahal pantai Aceh sangat indah.
“Unsyiah memiliki peluang dan kesempatan yang cukup besar untuk melakukan kajian perilaku gelombang di perairan Aceh.”

Hal itu disampaikan Prof. Dr. Marwan, S. Si., m. Si dalam pidato pengukuhan dalam jabatan guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Unsyiah, di acara Rapat Senat Terbuka Unsyiah, Jumat (5/5) di Event Hall AAC Dayan Dawood, Unsyiah.

Disebut memiliki peluang karena Unsyiah memiliki pusat riset TDMRC, juga punya laboratorium hidroteknik dengan fasilitas kolam uji pada Jurusan Teknik Sipil, dan juga punya laboratorium pemodelan dan simulasi Jurusan Matematika.

“Semua itu modal besar dalam menopang penelitian yang lebih mendalam tentang karakteristik gelombang di perairan Aceh,” tambah Prof Marwan yang masih berusia 46 tahun. []

KOMENTAR FACEBOOK