Prof Musri, Ahli Kimia Asal Tangse yang Mengungkap Potensi Kekayaan Produk Farmasi Aceh

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Aceh memiliki potensi besar dari bahan alam dari lingkungan bahari untuk dijadikan produk farmasi atau bahan baku produk obat-obatan baik bagi tumbuhan, hewan, maupun manusia.

“Presiden RI, Joko Widodo menaruh perhatian pada industri farmasi. Selama ini impor bahan baku obat obatan masih 95 persen. Pada 2016, pasar produk farmasi Indonesia diproyeksikan sebesar Rp 69,07 triliun. Diharapkan meningkat menjadi Rp 102.05 triliun pada 2020.”

Aceh, disebutkan berdaulat atas daratan kawasan hutan seluas 80,89 persen dari total hutan dan perairan seluas 4 juta hektar dimana melimpah keanekaragamanhayati sebagai aset tak ternilai baik secara komersial maupun secara seintifik.

Kehidupan yang ada di laut dan pesisir kaya dengan bahan-bahan obatan baru yang relatif belum dieksplorasi.

Diantaranya boh penteut atau buah putat yang terapung di air, ternulyata bisa mengatasi hama keong mas tanpa membahayakan bagi air sebagai lingkungan bagi ikan dan hewan ternak.

Beragam biota laut juga menjadi sumber farmasi yang prospektif bagi mengatasi ragam penyakit manusia terkait bahteri, jamur, dan virus, dan juga berpotensi untuk menghambat inflamasi, sakit, dan pertumbuhan sel kanker.

“Sejumlah organisma laut itu seperti bunga karang, mentimun laut, gorgonia, hiu, ketam ladam kuda diidentifikasi memiliki kemampuan antibiotik, antikanker, dan antivirus, yang bisa dimanfaatkan bagi obat kosmetik yang dibutuhkan perempuan dan juga lelaki.”

Hal itu disampaikan Prof. Dr. Musri, M. Sc dalam orasi ilmiah berjudul “Bioprospeksi Kimia Bahan Alam” dalam pidato pengukuhan dalam jabatan guru besar di rapat senat terbuka Unsyiah di Event Hall ACC Dayan Dawood, Jumat (5/5).

Profesor kelahiran Tangse, Pidie pada 2 Agustus 1960 itu pernah menjadi mahasiswa teladan tahun 1987 dan pengargaan Satyalencana Karya Satya Xp.
p dan XX dari Presiden RI tahun 2007 dan 2012.

Prof Musri sejak 1991 sd 2017 sudah melakukan 30 penelitian. Penelitian terkininya berjudul Bioassay Tumbuhan Berpotensi Anti Diabetes. []

KOMENTAR FACEBOOK