Surat untuk Elit Jakarta

Teruntuk Elit
di
Jakarta

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saudaraku, ini surat berisi kenangan, kenangan masa lalu, kenangan saat kalian semua menyampaikan pesan-pesan damai kepada kami, kami yang ada di Aceh.

Kalian, melalui ragam cara, langsung atau melalui email, group, dan media tidak bosan mengajak kami mengakhiri konflik, dengan ragam argumen, dengan ragam sentuhan, dan dengan ragam perhatian pula.

Tidak cukup dengan itu, ada banyak kegiatan yang kalian lakukan, latihan resolusi konflik atau kegiatan lainnya yang muaranya pada usaha mengakhiri konflik.

Konflik adalah benturan perbedaan, yang makin lama, makin memuncak menjadi konflik yang keras. Sekeras apapun benturan perbedaan dapat diselesaikan bila prasangka bisa dihilangkan.

Prasangka inilah yang merusak kepercayaan. Dan ketiadaan trust adalah kunci konflik. Untuk mengakhiri konflik maka memulihkan kepercayaan adalah kuncinya. Kunci pemulihan kepercayaan adalah menemukan persamaan yang banyak tersimpan di kenangan.

Jalan itulah yang kita tempuh. Dan hasilnya pohon perdamaian tumbuh di Aceh. Sudah 12 tahun. Meski dari pohon itu belum berbuah lebat, tapi rindangnya saja cukup membuat kami, Aceh bertahan dan memilih mempertahankan perdamaian.

Coba lihat hasilnya, Pilkada kami. Dari waktu ke waktu makin bagus. Tidak ada pilkada melahirkan konflik berkepanjangan, marah sebentar lalu pulih dan bersiap di kompetisi berikutnya.

Apa kalian tidak malu melihat kami, Aceh?

Jika kami bertahan pada emosi, pastilah kami yang paling marah dan akan terus melawan dan melawan. Jumlah korban, kerusakan alam, ketidakadilan, dan sebagainya, cukup alasan bagi kami untuk terus emosi.

Tapi, kalian baru saja karena perbedaan Pilkada 2017 dan karena penodaan agama sudah memicu ketegangan dan perbedaan yang makin menganga lebar hingga dunia mendapat ruang bagi mengintervensi kedaulatan hukum kita.

Jangan cengeng, jangan terus menebar prasangka, jangan terus melempar tuduhan, cari persamaan, bertemulah dengan seteru, gali kenangan, dan pulihkan kepercayaan, berdamailah demi NKRI kita.

Saleum
peACEHeart

Risman A Rachman

KOMENTAR FACEBOOK