Daniel A.Wahab: PDAM Tirta Daroy Banda Aceh Harus Pastikan Pasokan Air Tidak Macet Selama Ramadhan

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Anggota DPRK Banda Aceh dari PKPI Daniel A.Wahab mengingatkan PDAM Tirta Daroy serius mempersiapkan diri dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadhan. Hal tersebut disampaikan Daniel disela – sela kunjungan lapangan komisi B DPRK Banda Aceh Selasa, (16/5/2017) ke Gampong Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraksa, Banda Aceh.

” Saya ingin memastikan pada bulan suci Ramadhan nanti tempat – tempat strategis seperti Mesjid, Meunasah, dan balai pengajian serta rumah penduduk distribusi air bersihnya lancar,” ujar Daniel kepada aceHTrend.

Menurut Daniel, kunjungan ini juga sebagai respon pihaknya atas laporan masyarakat Alue Deah Teungoh dimana 200 kepala keluarga di Gampong tersebut belum bisa menikmati air bersih dari PDAM, sehingga sejumlah warga harus menggunakan air sumur maupun sumur bor untuk kebutuhan sehari – hari.

” Untuk itu saya minta PDAM Tirta Daroy untuk segera mengatasi persoalan ini dengan segera dalam kesempatan pertama, apalagi kecamatan Meuraksa dan Kutaraja merupakan Dapil saya, ” Tegas Daniel didampingi Geuchik Alue Deah Teungoh Ridwan Hamzi.

Menjawab permintaan tersebut Direktur PDAM Tirta Daroy T.H. Novizal Aiyub, SE.Ak yang turut mendampingi komisi B kepada aceHTrend mengatakan bahwa tidak mengalirnya air bersih ke kawasan Alue Deah Teungoh karena masyarakat di daerah tersebut belum terdaftar sebagai pelanggan PDAM. Instalasi atau meteran yang sudah terpasang ternyata juga bukan milik PDAM tapi di pasang oleh pihak yang membangun rumah bantuan pasca Tsunami 2004 lalu.

” Sebahagian besar rumah di daerah ini merupakan bantuan BRR dan NGO asing, jadi instalasi mereka yang pasang. Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk segera mendaftarkan diri sebagai pelanggan sehingga dapat segera dialirkan air,” ujar Novizal Aiyub.

Lebih lanjut Novizal menjelaskan bahwa saat ini pelanggan PDAM di Banda Aceh mencapai 43.000 orang. Dari jumlah tersebut yang rajin membayar tagihan hanya 40% selebihnya menunggak lebih dari tiga bulan.

” Diawal kepemimpinan saya di PDAM Tirta Daroy, tunggakan mencapai 40 milyar lebih. Namun secara perlahan kita tagih, sehingga saat ini tinggal 25 milyar lagi dan ini sudah menjadi tunggakan abadi. Untuk memutihkan ini harus dengan persetujuan dewan,” pungkas Novizal.

Dalam kunjungan tersebut komisi B yang di pimpin Aiyub Bukhari,S.Pd juga mengunjungi instalasi pengolahan air PDAM Tirta Daroy di kawasan Lambaro. Selain Daniel yang menjabat wakil ketua komisi B, turut hadir juga sekretaris komisi Askari,S.Sos (Golkar), dan para anggota lainnya yaitu Razali Ismail (PA), Syarifah Munira,S.Ag (PPP) serta Arida Syahputra, Amd (PKS).[]

KOMENTAR FACEBOOK