Mengapa Umat Islam Tidak Berpaling dari Habib Rizieq Shihab?

Munculnya Gerakan 7 Juta Status mendukung ulama, Habib Rizieq Shihab dan perjuangannya memunculkan pertanyaan: mengapa umat Islam khususnya kaum muda muslim tidak berpaling dari Habieb Rizieq Shihab (HRS)?

Seorang netizen yang menulis namanya Unae di facebook, Aceh menyatakan alasannya ikut serta menulis status Gerakan 7 Juta Status mendukung ulama dan Habib Rizie: “Karena Unae yakin Syech (Habib Rizieq) tidak bersalah, semua hanya rekayasa.”

Ketika ditanya kenapa sampai pada keyakinan itu, Unae yang bergiat di bisnis kopi Gayo itu menjelaskan bahwa keyakinan tidak bisa dipaksa. Datangnya dari hati. “Mungkin hati kita berbeda. Karena hati semua orang tak mungkin sama. Namun hati unae berkata Syech (Habib Rizieq) tidak bersalah,” sebutnya, Minggu (21/5).

Ini aneh! Padahal, HRS sudah pada kunci kejatuhan, yaitu wanita. Semua orang yakin bahwa jika seseorang berkasus dengan tahta, harta dan wanita maka usai sudah martabat seseorang. Tapi, kenapa kasus chat mesum yang disebut melibatkan HRS dengan FH tidak menggoyahkan umat Islam?

Status Gerakan 7 Juta Status di Facebook yang menegaskan kepercayaan kepada ulama dan Habib Rizieq dan mendukung perjuangannya masih terus bermunculan hingga saat ini. Di twitter, hastaq #KamiBersamaHRS sempat mencapai tangga teratas.

Hasil penelusuran aceHTrend, ternyata kaum muda muslim kini sudah sangat melek sekaligus menguasai informasi, bahkan sudah memiliki Muslim Cyber Army yang selalu siap membanjiri informasi positif terhadap Islam dan ulama, bahkan mereka siap melaporkan orang-orang yang menghina Islam dan ulama.

Dengan ketersediaan informasi yang cukup sangat membantu umat Islam khususnya generasi muda untuk mencerna dan menimbang ketika muncul sebuah kasus yang memojokkan Islam, ulama dan muslim.

Hal lain dikarenakan cara umat Islam dalam menggelar aksi yang tertib dan bersih juga meningkatkan kepercayaan kaum muda muslim terhadap ulama, sehingga ketika muncul kasus tidak langsung ditelan begitu saja.

Hal yang paling membantu adalah banyaknya media alternatif yang dikelola oleh anak muda Islam dan mereka rajin melakukan penelusuran kasus-kasus politik yang pernah terjadi dan menimpa sejunpah tokoh, plus kemampuan informasi dan teknologi yang sudah semakin meningkat sehingga dapat segera menemukan pola sebuah kasus.

Dengan begitu, kasus chat mesum sampai saat ini masih dinilai sebagai kasus yang ditimpakan kepada HRS sebagai upaya pembunuhan karakter, HRS bukan tidak bisa dicegah untuk ke luar negeri, dan bukan tidak bisa ditangkap oleh alat negara, tapi lebih berharga membiarkan HRS “berkelana” sambil diejek oleh publik dengan berbagai stigma negatif.

Tapi, karena muslim muda kini sudah melek informasi sehingga mereka paham akan pola-pola penjatuhan politik, seperti yang pernah dialami oleh Soekarno dengan kasus video mesum yang dibuat oleh CIA, kasus perempuan yang dipangku Gus Dur yang kemudian terbukti di edit, kasus jebakan perempuan kepada Antasari, dan kasus edit foto terhadap Abraham Samad.

Muslim generasi muda juga tidak menyoal kenapa HRS menghindar sementara karena mereka sadar tidak ada yang menang melawan alat negara apalagi jika didukung oleh rezim dan luar negeri. Dalam kajian muslim muda, hijrah adalah pilihan yang dibolehkan ketika kekuatan yang ada tidak mampu melawan kekuatan yang dihadapi.

“Kalau memang merasa benar dan menyadari ini jebakan maka memang pilihannya menghindar atau hijrah sampai ada peluang kembali, tidak.masalah,” sebut Jufri Sanusi, muslim asal Aceh yang kini bermukim di Kalbar, Sabtu (20/5) dini hari. []

KOMENTAR FACEBOOK