Imam Ganteng dari Aceh Hadirkan Suasana Baru di Malaysia

ACEHTREND.CO, Malaysia – Pengurus masjid dan surau di Malaysia menginginkan ada suasana baru dalam pelaksanaan ibadah shalat tarawih di bulan suci Ramadhan. Untuk itulah mereka mengundang imam dan penceramah dari Indonesia, termasuk Aceh, setiap tahun. Menghadirkan imam shalat tarawih dari luar menjadi tradisi di Malaysia.

“Kuncinya adalah sang imam menghafal beberapa juz dan mampu melafalkannya dengan fasih,” kata dua ustaz muda dan ganteng asal Aceh, RA Syukrallah dan Kautsar Zuhri, yang menjadi imam shalat tarawih keliling di beberapa masjid di Pulau Pinang, Malaysia, kepada ACEHTREND, Senin (28/5).

“Ini bukan berarti Malaysia kekurangan hafiz. Tidak. Mereka memiliki sangat banyak penghafal Quran. Tapi dengan kehadiran imam dan peceramah dari luar mereka mengharapkan ada suasana berbeda di bulan Ramadhan. Sama seperti beberapa masjid di Banda Aceh yang menghadirkan imam dari Timur Tengah,” lanjut RA Syukrallah.

“Orang Malaysia sangat baik, ramah dan terbuka kepada kita sebagai sesama muslim Melayu. Mereka Ingin suasana baru dengan kedatangan imam dari Aceh. Bahkan Ustaz Marwan, salah seorang pengurus masjid, menyediakan mobil operasional khusus kepada kami,” kata RA Syukrallah didampingi Kautsar.

“Bahkan pengurus Masjid Permatang Sawah Pulau Pinang meminta agar saya setiap Ramadhan bersedia menjadi imam tarawih disana,” lanjut RA Syukrallah yang merupakan alumnus TPA Yayasan Ummi Gampong Aree, Sigli.

RA Syukrallah adalah alumnus MUQ Pagar Air, Aceh Besar, S1 di Jakarta, sekarang kuliah S2 di PPs UIN Ar-Raniry. Sementara Kautsar Zuhri tercatat sebagai siswa kelas 2 Madrasah Aliyah MUQ Pagar Air. Keduanya adalah hafiz Alquran 15 juz.

Baik RA Syukrallah maupun Kautsar bersedia berbagi pengalaman dengan pembaca. Silahkan hubungi di WA: 01156629167 (Malaysia) atau 081288086237 (Indonesia) []

KOMENTAR FACEBOOK