Saat Aku Padam

Azizah Razali

Saat Aku padam
Malam serasa begitu gelap
Semakin malam semakin terasa begitu dingin Tak tau mengapa hembusan angin begitu kian merasuk tulang belulangku
yang ringkih mulai termakan usia kebosanan

Sesekali membuatku ingin melipat kedua tangan
merangkul diri semakin erat seolah-olah saling menguatkan
Ku melakukannya sendiri
Untuk diriku

Aku tau itu tak membantu banyak tapi sangat berarti
karena memberi spirit yang tak henti
hanya diri yang tau batasan dititik apa kau akan menggigil
kemudian membeku karenanya.

Keyakinanlah yang telah memberi banyak hal.
Dan membuat kita mampu melakukan beberapa hal dalam hidup
yang tak mampu dilakukan orang lain

Mungkin!
keyakinan bahwa aku bisa menghadapi dingin dan menghalau badai
bahkan membuat nya tenang seketika
juga bertahan dalam teriknya mentari
yang sengit begitu menantang

kala Aku padam
tak lagi ku ingin terang
tapi aku tak kuat berlama-lama dalam kegelapan gelap membuat aku sesak oksigen ku berkurang. Paru-paru ku serasa menuyempit, meradang.

Ahhhhh
bisa-bisa aku mati lemas karenanya
itu bagian kecil dari resiko soal keyakinan
Tapi bisakah kau hadir menjadi terangku lagi
kau menguap kemudian menjadi hujan ku lagi Mengembun lalu menetes diatas kegersangan jiwa ini

satu yang tak pernah kuingin kau menyublim
perlahan-lahan hilang dn kemudian pergi bersama angin
yang membuat mu tak bersisa.

Jangan!!!
karena jejak mu sudah mendunia
aku akan kesulitan menghapusnya
Atau sekedar dengan penghapus pena

Sulit!!!
Jangan pernah pergi wahai sang fajar
karena aku bisa padam
berkali kali lagi bila itu kau lakukan

Sunguh dunia ku ini begitu hinggar bingar,
Sehingga aku berfikir ingin mencari sudut mana dari bumi yang penuh damai dimana-mana agama menjadi persoalan,
diperdebatkan,
sampai pertumpahan darah pun dilegalkan
menjadi biasa,
pembantaian manusia atas manusia terus saja terjadi
atas nama agama dn mengkambing hitam kan tuhan

Tuhan tidak butuh bantuan kita bila dia ingin memusnahkan sesuatu kaum,
tidak butuh kerjasama kita untuk menenggelamkan daratan dibelahan bumi manapun sehingga hilang dari peta buatan para ilmuwan
sungguh Allah tuhan ku tak butuh kita hamba dunia
tapi kenapa tetap saja kau catut dan kau kambing hitamkan tuhan demi kerakusan mu para durjana

Aku masih berharap pada sang fajar kini memang kau harus redup dan kembali kepangkuan senja
Aku masih berharap saat ufuk di timur mengintip dari celah-celah cakrawala
kau pun akan kembali bersama terang nya!
Terik nya!
ganas nya!

bumi masih membutuhkan panasmu untuk menyelesaikan janji,
terus berputas pada rotasi
alam ini masih rindu terik mu yang menghangatkan para iblis,
jagad raya ini membutuhkan ganasmu
untuk berevolusi memilih dan memilah mahkluk mana
yang kau izinkan untuk terus bertahan atau punah
Hingga masa bumi ini harus berhenti atas perintah si Empu NYA.

Wallahu A’lam Bishawab.

KOMENTAR FACEBOOK