Penderita Tumor Mengharap Bantuan

ACEHTREND.CO, Singkil– Pak Darwis (44 tahun) dan Ibu Rasima (38 tahun) warga Samardua, Kuta Baharu, Aceh Singkil, sedang  diterpa gundah-gulana.

Mereka sedang bersedih. Hati mereka, hanyut dalam kebimbangan dan kepasrahan.

Betapa tidak,  anak bayi mereka yang sekarang diopname di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil, dari hasil diagnosa dokter, terjangkit penyakit tumor.

Yang lebih mengharukan, buah hati mereka yang baru berusia lima hari dan belum diberi nama itu, hanya masih berobat seadanya.

Ia belum mendapatkan perawatan dan pengobatan yang intensif dari pihak dokter rumah sakit.

Alasannya, sangat “klise”, RSUD Aceh Singkil terbatas tenaga ahli, minim peralatan, dan kurangnya dana.

Apalagi penyakit yang diidap sang bayi, tergolong penyakit berat. Memerlukan penanganan khusus dari dokter spesialis.

Dari keterangan Ketua Harian Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Singkil, Darwis Sampe ST kepada AceHTrend, Selasa (31/05/2017), sekarang sang bayi hanya tergolek di kaca inkubator di RSUD Aceh Singkil.

Sebenarnya, jelas Darwis Sampe ST, dilihat dari jenis penyakit yang bercokol di tubuh pasien, yaitu hemangioma plus microcephaly atau tumor kepala, pasien harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar dan lengkap.

Akan tetapi, tambah Darwis ST, solusi untuk berobat ke rumah sakit yang lebih lengkap, sampai hari ini, masih mengalami kebuntuan.

Terkendala Biaya

Buntunya jalan keluar ini, karena saran BFLF, dokter, dan pihak keluarga, supaya membawa (merujuk) pasien ke rumah sakit yang lebih bonafit, belum bisa dipenuhi.

Karena orangtua si bayi, tergolong keluarga miskin. Tak sanggup membiayai ongkos ambulance dan biaya lainnya.

Hal ini diakaui Rasima ibu sang bayi. Menurutnya, pihak RSUD telah  memberikan rekomendasi agar anaknya dibawa berobat ke RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Namun,  surat rujukan dokter itu, jelas Rasima, tak bisa dilaksanakan.

“Jangankan untuk mengobati anak ke luar daerah dengan membiayai ambulance, makan sehari-hari kami saja susah. Suami saya, hanya bekerja sebagai buruh kasar,” ungkap Rasima.

Rasima menambahkan, sebagai orangtua, selalu berharap agar anaknya mendapat perawatan intensif di rumah sakit yang lebih lengkap.

Tetapi apa daya. Karena beratnya himpitan ekonomi keluarga, rujukan ke RSU ZA Banda Aceh urung dilaksanakan.

Kepada pemerintah dan Dinas Kesehatan Aceh Singkil serta para dermawan, Rasima berharap, agar bisa mengulurkan tangan untuk membantu pengobatan anaknya.

Menyediakan Rumah Singgah

Terkait masalah ini, Ketua Harian BFLF Aceh Singkil, Darwis Sampe ST, mengatakan pihaknya siap mendampingi pasien untuk berobat di Banda Aceh dan akan menyediakana Rumah Singgah di sana.

“BFLF siap medampingi pasien dan menyediakan rumah singgah untuk keluarga pasien,” ucap Darwis ST.

Akan tetapi, karena terbatasnya dana, pihak  BFLF mengajak semua pihak, supaya bersama-sama membantu biaya keberangkatan dan pengobatan pasien.

Jika ada donatur yang ingin membantu, jelas Darwis ST, donasi bisa disampaikan langsung ke pihak keluarga atau ke rekening BRI :3993-01-015618-53-7  A.n. Blood For Life Foundation Aceh Singkil.[]