Aktivis LPM Suara Almuslim Mengajar Bahasa Indonesia di NGU Jepang

ACEHTREND.CO,Tokyo- Muzakkir mahasiswa prodi PGSD Universitas Almuslim Peusangan Bireuen,juga kader Lembaga Pers Mahasiswa Suara Almuslim (LPMSA)yang sekarang sedang mengikuti program pertukaran mahasiswa antara Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang dengan Universitas Almuslim, didaulat untuk menjadi guru mengajarkan bahasa Indonesia di Nagoya Gakuin University.

Muzakkir anak dari pasangan Nasruddin dan Aisyah Andip yang berasal dari Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang sekarang berada di Jepang untuk mengikuti pendidikan selama dua semester di NGU tersebut. Kehadiran Mahasiswa Universitas Almuslim di Nagoya Gakuin University Jepang untuk mengikuti kuliah selama dua semester, sesuai MOU yang telah ditandatangani Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE., MSi dengan Prof.Hisao Kibune President Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang beberpa waktu lalu.

Setelah mengikuti serangkaian proses awal pada kampus NGU sejak bulan April 2017 yang lalu, sekarang sudah mulai mengikuti perkuliahan, di tengah perjalanan nasib mujur berpihak pada Muzakkir, dimana Muzakkir diminta pihak NGU untuk mengajarkan bahasa Indonesia bagi beberapa mahasiswa Jepang yang ingin mempelajari bahasa Indonesia. Satu minggu dengan tiga kali pertemuan setiap minggu ujar Muzakkir melalui messengger pada Kabag Humas Umuslim Zulkifli,M.Kom

“Alhamdulillah hasil jerih mengajar tersebut walau hanya ala kadar tetapi bisa saya pergunakan untuk jajan harian saya di Jepang,” ulang Zulkifli menirukan uacapan Muzakkir, Selasa (6/6/2017).

Program mengajar bahasa Indonesia untuk mahasiswa Jepang ini direncanakan akan berlangsung selama Muzakkir berada di Jepang lebih kurang selama dua semester.

Menurut Muzakkir pengalaman dia mengajarkan bahasa Indonesia kepada orang Jepang sangat sulit dan rada-rada lucu, hal ini karena pola atau struktur kalimat yang berbanding terbalik dengan pola belajar bahasa Jepang sendiri jelas aktivis Lembaga Pers Suara Almuslim (LPMSA) ini.

“Sewaktu pertama sekali saya diminta oleh seorang dosen NGU untuk mengajarkan bahasa indonesia kepada mahasiswa Jepang, saya sempat terkejut, karena mahasiswa yang akan belajar bahasa Indonesia itu semua berkomunikasi dengan bahasa Jepang bahkan ada yang tidak bisa bahasa Inggris, sedangkan saya belum menguasai betul tentang bahasa jepang dengan lancar,” jelas Muzakkir.

Ia melanjutkan, Setelah berpikir seksama bahwa tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan, dirinya pun menerima tawaran tersebut. “Satu tekad akhirnya saya menerima tawaran tersebut dan saya mencoba untuk memberikan sesuai kemampuan saya, karena tawaran ini menurut saya sebuah kehormatan bagi saya yang merupakan mahasiswa Umuslim yang merupakan sebuah Universitas yang berada di kampung, sehingga sejak tanggal 16 mei 2017, saya mulai menjalankan tugas sebagai guru pengajar bahasa Indonesia bagi mahasiswa NGU Jepang,” terangnya.

Dalam mengajar Muzakkir menggunakan Bahasa Indonesia dan juga kadang-kadang dicampur dengan ungkapan bahasa Inggris.

“Saya mempunyai beberapa orang murid dan dari mereka itu ada dua orang murid yang sudah pernah ke Bali, sehingga mereka sangat tertarik untuk belajarnya, dan selain saya mengajar saya juga bisa belajar sekaligus praktek bahasa Jepang dengan mereka,“ imbuh Muzakkir.

KOMENTAR FACEBOOK