Aroma Korupsi di Waduk Paya Peuraden

ACEHTREND.CO,Bireuen- Tim DPRA dapil III merekomendasikan agar dibentuk tim teknis evaluasi pembangunan Waduk Paya Peuraden, di Kecamatan Juli, Bireuen. Warga setempat menyebutkan bila infrastruktur yang diperuntukkan untuk petani tersebut dikerjakan asal jadi.

Hal itu mencuat saat Tim DPR Aceh terdiri dari Ir. Saifuddin Muhammad, Murdani Yusuf dan Zul Fadhly juga turut didampingi oleh KPA, PPTK dan tim teknis dari Dinas Pengairan Aceh serta Pejabat dari Dinas Pengairan Kabupaten Bireuen melakukan Reses dan peninjauan langsung melihat kondisi Waduk Paya Peuraden pada Minggu (18/6/2017).

“Kami merekomendasikan agar segera dibentuk tim teknis untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh supaya dalam APBA-P Tahun 2017 dapat dianggarkan biaya DED,” jelas Saifuddin Muhammad yang juga anggota Komisi IV DPR Aceh tersebut.

Saifuddin juga menjelaskan, waduk tersebut sudah mulai dikerjakan pada Tahun 2008 dari dana APBN dan kemudian dilanjutkan dari dana APBA tahun 2015, namun pada tahun 2016 tidak lagi dianggarkan.

Lanjutnya, Tim Dapil III DPR Aceh dalam laporan Pansus terhadap LKPJ Akhir Masa Jabatan Gubernur Aceh pada Sidang Paripurna Istimewa tanggal 15 Juni 2017 telah merekomendasikan untuk dilakukan review design.

“Kondisi waduk setelah dilakukan peninjauan ulang dengan menurunkan tim lengkap bahwa telah terjadi kesalahan design perencanaan sehingga mengakibatkan banjir kiriman ke Pulo Ara, Terminal Lama dan Cureh yang merupakan pusat Kota Bireuen,” lanjut Yah Fud

Katanya, Penjelasan langsung dari Pihak Dinas Pengairan Aceh bahwa akan melakukan desain ulang apakah membuat DED atau hanya berupa telaah staf untuk memastikan apakah pintu air lama Waduk Paya Peuraden beserta jaringan induk perlu dibongkar, direhab atau dibangun yang baru, karena program kegiatan tersebut belum mempunyai DED.

Jelasnya, pada program kegiatan ini terdapat dua buah pintu air yang satu dibangun dengan dana APBN 2008 dan yang satu lagi dibangun dengan dana APBA 2015.

“Hal ini sangat diharapkan guna menghindari pemborosan anggaran namun proyeknya tidak selesai, warga sekitar sangat mengharapkan waduk tersebut dapat berfungsi secara optimal guna mangairi sawah yang sudah banyak mengering,” pungkas Ketua Fraksi NasDem tersebut.

Menurut informasi masyarakat setempat, pengerjaan proyek tersebut terkesan tidak taat aturan, seperti pengerokan dasar waduk yang hanya diratakan di dalam waduk.

“Seharusnya tanah dibuang keluar dan pada proses pembersihan hanya rumput di dalam waduk agar terlihat bersih sedangkan permukaannya tidak dikerok, untuk mengelabui bisa saja fotonya di manipulasi,” ujar Tgk. Din salah satu warga setempat.

KOMENTAR FACEBOOK