Catatan Luka Tanoh Jeumpa 1999 (2)

ACEHTREND.CO,Jeumpa- Seorang anggota Polsek Jeumpa, Pelda Ridwan Ismail, Minggu (1/8/1999) sore, ditemukan dalam kondisi sekarat di pinggir jalan raya Banda Aceh-Medan kawasan Jeunib. Sebelumnya korban diculik oleh delapan pria bersenjata pistol, Sabtu (31/8/1999) pada pagi hari. Sementara itu, seorang sipil bernama Yus yang ikut diculik bersama Pelda Ridwan masih belum diketahui nasibnya. Keduanya disergap di Jeunib tatkala hendak menagih hutang sisa uang penjualan sepeda motor pada seorang warga di sana.

Warga Gampong Paya Cut, Kecamatan Peusangan, Kamus (5/8/1999) menemukan mayat laki-laki dengan leher tergorok. Mayat yang ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB tergeletak di saluran irigasi Pante Lhong II.

Satu unit mobil tangki minyak dibakar OTK sekitar pukul 17.00 WIB, Senin (9/8/1999) di km 25 jalan Bireuen-Takengon. Akibat insiden ini, aktivitas pengangkutan lumpuh total. Pemilik kendaraan memilih menghentikan aktivitasnya.

Sertu Jamaluddin (43) anggota Koramil, Selasa (10/8/1999) tewas ditembak di Gampong Pulo Ara, Kecamatan Peudada. Peristiwa ini terjadi pukul 11.30 WIB saat korban dalam perjalanan menjemput istrinya yang mengajar di sebuah SD di Peudada.

Jumat (13/8/1999), Kapolsek Makmur bersama seorang anggota perintis dari Polda Jawa Barat, Pelda Usman Daud dan Serka Sutrisno, siang tewas tertembak setelah mobil Daihatsu Taft GT BL 332 AW yang dikendarai lima anggota Polri dihadang dan diberondong pria bertopeng di kawasan Kuta Blang, Kecamatan Gandapura. Penghadangan ini terjadi di Pulo Awe sekitar 2 km dari Keude Kutablang.

Di kawasan Paya Meuneng, Peusangan, sebuah mobil Toyota Hardtop bak terbuka BL 832 KH dibakar oleh OTK sekitar pukul 22.00 WIB.

Sabtu (14/8/1999) di sepanjang jalan Lhokseumawe-Bireuen terdapat empat unit mobil pribadi yang dibakar OTK. Selain itu turut pula dibakar Kantor Pajak Bumi dan Bangunan serta dapur Hotel Murni yang terletak di Kota Bireuen.

Senin (16/8/1999) dua warga kena tembak ketika aparat melakukan penyisiran di kawasan Krueng Panjoe, Gandapura, Aceh Utara. Peristiwa yang terjadi pukul 16.15 WIB tersebut terjadi saat Brimob dan TNI yang membawa dua unit panser melakukan patroli di kawasan itu. Mulyadi ditembak karena melarikan diri saat melihat aparat. Sedangkan M. Yusuf terkena peluru nyasar. (Bersambung)

Baca juga: Catatan Luka Tanoh Jeumpa (1)

Note: Saat itu Bireuen masih dalam kawasan Aceh Utara.

Sumber: Menjaring Hari Tanpa Air Mata, terbitan Koalisi NGO HAM Aceh.2000.

KOMENTAR FACEBOOK