Didi Setiadi Pimpin Pustakawan Aceh 

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Didi Setiadi, S.Sos, Kabid Deposit, Pengolahan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh terpilih menjadi ketua umum Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Aceh untuk masa bhakti 2017-2020 menggantikan Arkian, S.Sos.

Ketua komisi organisasi dan keanggotaa IPI Aceh pada periode sebelumnya terpilih setelah berhasil mengalahkan 2 rivalnya masing-masing Abdul Manar, S.Ag, S.IP, M.Hum dan Dra. Wirda Agustina, MM dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke XII Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Aceh, Kamis (13/7/2017) di Aula Darussalam Inn UIN Ar-Raniry Aceh.

Dalam pesta demokrasi tersebut Didi Setiadi memperoleh 64 suara sedangkan dua rivalnya masing-masing Abdul Manar memperoleh 20 suara dan Wirda Agustina mendapat 18 suara dari total 102 suara.

“Dalam tahapan pencalonan hanya muncul 3 orang kandidat masing-masing Didi Setiadi, Abdul Manar dan Wirda Agustina. Akhirnya setelah dilakukan pemilihan dan pemungutan suara saudara Didi Setiadi menang telak dari 2 kandidat lainnya setelah mendapatkan suara 64 dari 102 peserta Musda yang berhadir”,kata Drs. Buyung Basyir, S.Sos.,M.Pd selaku pimpinan sidang Musda IPI Aceh ke XII pada saat penetapan ketua IPI Aceh terpilih periode 2017-2020, Kamis (13/7) sore di Aula Darussalam Inn UIN Ar-Raniry Aceh.

Dalam kesempatan tersebut ketua IPI Aceh terpilih, Didi Setiadi berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh seluruh peserta Musda yang berhadir. Ia berharap kedepan profesi pustakawan lebih dikenal dan eksis serta mampu berdiri sejajar dengan profesi lainnya.

“Diawal kepenggurusan kita akan fokus pada pembentukan pengurus IPI Aceh setiap kabupaten/kota se Aceh. Disamping itu kita fokus pada peningkatan SDM dan kompetensi pustakawan”,kata Didi saat memberikan kata sambutan usai terpilih sebagai ketua IPI Aceh.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Zulkifli, S.Pd., M.Pd juga berharap kepada seluruh pengurus IPI Aceh untuk terus berupaya memantapkan keberadaannya ditengah-tengah masyarakat dengan mengupayakan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang menyentuh langsung upaya-upaya peningkatan minat baca.

Hal senada juga disampaikan oleh Drs. Dedi Junaedi, M.Si selaku ketua Ikatan Pustakawan Indonesia dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh T. Syamsul Bahri, SH, M.Si selaku presidium IPI Pusat. Ia mengingatkan IPI sebagai mitra pemerintah di daerah perlu memperhatikan setiap kebutuhan masyarakat dengan melaksanakan berbgai program kegiatan dan terus berusaha meningkatkan layanan dimasing-masing unit kerjannya.

Diawali Seminar Nasional

Sebelumnya Musyawarah Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Aceh ke XII tahun 2017 diawali dengan Seminar tentang teknik kepenulisan bagi Pustakawan untuk menciptakan Pustakawan yang unggul, berkompetensi tinggi, kreatif dan inovatif, Sosialisasi Penerapan Resource Descriptive Acces (RDA) dalam Mekanisme Pengolahan buku serta Sosialisasi tentang Perka Perpusnas RI tentang Impassing bagi pustakawan dan permasalahan organisasi IPI.

Seminar tersebut menghadirkan empat narasumber masing-masing, Dra. Labibah, M.LIS (kepala Pustaka UIN Jogyakarta), Pipiet Senja (Novelis Kondang Nasional), Suharyanto, M. Hum (Kabid. Pengolahan Perpusnas RI dan Tim Penilai Angka Kredit Pusat) dan T. Syamsul Bahri, SH., M.Si (Pustakawan Utama Perpusnas RI). [Arkin Kisaran]

KOMENTAR FACEBOOK