Khatib Diharapkan Bahas Al-Aqsa Dalam Khutbah Jumat

Mesjid Al-Aqsa, Palestina. Sumber foto: Wikipedia.

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Khatib shalat jum’at diharapkan menyampaikan informasi terbaru kepada jama’ah tentang kondisi Masjid Al-Aqsha di Palestina yang hari ini mengalami kondisi yang miris, dimana sejak beberapa hari terakhir telah ditutup oleh penjajah Israel.Hal tersebut disampaikan Sekjend Pengurus Wilayah Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (PW Bakomubin) Prov. Aceh, Teuku Zulkhairi,Kamis, (20/7/2017).

Dalam rilisnya yang dikirimkan kepada aceHTrend, Zulkhairi mengatakan, Masjid Al-Aqsha merupakan salah satu simbol terpenting peradaban umat Islam. Masjid ini merupakan kiblat pertama umat Islam, juga disebut dalam Alquran sebagai tempat dimana Nabi Muhammad Saw memulai perjalanan Mi’raj untuk menerima kewajiban shalat sehari semalam lima waktu bagi umat Islam.

Oleh sebab itu, kata Zulkhairi, sangat layak dan bahkan merupakan kewajiban bagi setiap muslim untuk peduli pada kemuliaan Al-Aqsha. Sementara hari ini, kabar terakhir dari berbagai sumber, kondisinya sangat miris sekali. Bahkan untuk shalat jum’at di Al-Aqsha saja umat Islam di Gaza dilarang oleh Israel., begitu juga azan turut dilarang untuk dikumandangkan. Ini kondisi paling buruk bagi Al-Aqsa sejak puluhan terakhir, yaitu sejak terakhir kali Israel menutup masjid ini pada tahun 1967.

“Ini merupakan penghinaan paling berat Israel kepada umat Islam saat dimana kita menyaksikan dunia Islam sedang berpecah belah sehingga tidak mampu mencegah Israel dari kebiadabannya menghina Masjid Al-Aqsha dan seluruh umat Islam, “ ujar Zulkhairi.

Dengan penyampaikan informasi tentang Al-Aqsha kepada jama’ah, kata Zulkhairi lagi, kita harapkan umat Islam sadar dan memahami tanggung jawab besar di pundak mereka untuk membantu keselamatan Masjid Al-Aqsha. Sebab, kondisi miris Masjid AL-Aqsha hari ini menandakan bahwa umat Islam saat ini berada dipuncak kelemahannya. Oleh sebab itu, peran khatib untuk menyampaikan kondisi ini kepada ummat sangat diharapkan.

“Bagi masyarakat biasa membantu dengan cara mendo’akan agar penjajah Israel segera hengkang dari bumi Palestina. Sementara bagi pejabat atau politisi dan siapa saja yang memiliki kekuasaan agar melakukan upaya diplomasi-diplomasi untuk meminta dunia Internasional agar memaksa Israel menghentikan provokasi mereka di Masjid Al-Aqsa, “ pungkas Zulkhairi. []

KOMENTAR FACEBOOK