Warga Abdya: “Sumur Saya Kering Total, Tak Ada Air”

ACEHTREND.CO, Aceh Barat Daya – Musim kemarau yang melanda Ka­bu­paten Aceh Barat Daya (Abdya) sejak sebulan terakhir menyebab­kan banyak sumur warga di sejumlah desa kekeringan.

“Kalau sumur saya memang kondisinya kering total, tidak ada air sedikitpun,” kata warga Gampong Tokoh II, Kecamatan Lembah Sabil, Budi Amin kepada wartawan, Jum’at (28/7/207).

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam satu pekan ini, dirinya terpaksa harus menumpang kepada saudaranya.

“Dalam minggu ini saya terpaksa ambil air bersih di rumah saudara, karena sumur saya sudah kering bersebab musim kemarau,” kata Budi Amin.

Hal tersebut dibenarkan oleh, Camat Lembah Sabil, TR Syahir kepada wartawan ia mengatakan, umumnya masyarakat di 14 desa dalam wilayah Kecamatan Lembah Sabil mengalami krisis air ber­sih. Su­mur-sumur warga mulai mengering akibat musim panas yang telah berlang­sung sejak sebulan terakhir.

“Umumnya sumur warga mulai mengering, dan kondisi ini telah ber­langsung selama sebulan terakhir, na­mun masih bisa teratasi. Kalau memang tidak ada solusi lain, kami harus me­­min­ta bantuan Badan Penang­gu­langan Bencana Kabupaten (BPBK) untuk memasok air bersih ke rumah-rumah warga,” sebutnya.

Akibat kekeringan sumur, banyak warga yang memanfa­atkan air di daerah aliran sungai (DAS) Krueng Ba­ru untuk mandi, mencuci dan keperluan lain­nya. Sedangkan air untuk dikon­sumsi, warga terpaksa harus membeli air di depot pe­ngisian ulang.

Menurutnya, kondisi kekeringan sumur ini memang belum membuat war­g­a menjadi panik akan kekurangan air. Namun warga harus berupaya keras untuk mendapatkan air bersih un­tuk kebutuhan sehari.

Kondisi serupa juga terjadi di sejum­lah desa dalam Keca­matan Manggeng yang juga berbatasan de­ngan Kecamat­an Lembah Sabil.

Camat Manggeng, Tabari mengungkapkan ada empat desa yang telah mengalami ke­keringan sumur, masing-masing De­sa Ujung Padang, Kedai, Lueng Ba­roe dan Paya.

Warga yang berdomisili di empat desa ini terpaksa harus bolak-balik me­nuju Krueng Baru yang letaknya juga tidak jauh dari kecamatan tersebut untuk kebutuhan mandi, mencuci dan lainnya.

“Untuk kebutuhan minum dan memasak, warga harus membeli air isi ulang dari depot air terdekat,” sebutnya. []