Ie di Pucok Krueng Daroy

Oleh: Salman Atjeh

Sungguh, apabila kita mengingat atau flashback kebelakang, betapa indahnya kolam air Mata Ie yang begitu sejuk karena airnya yang langsung keluar dari bebatuan gunung besar dan mengalir tak henti-hentinya dengan kualitas air super besih. Dari sini pula air mengalir melewati kota Banda Aceh sampai ke laut.

Dulu saat musim liburan saya dan keluarga sering ke tempat wisata tersebut, apalagi ketika suhu di Kota Banda Aceh panas terik. Menjadi suatu keharusan bagi kami untuk dapat mengademkan diri di kolam Mata Ie bersama keluarga. Begitu banyak penduduk khususnya Aceh Besar dan Kota Banda Aceh menghabiskan akhir pekannya bersama keluarga tercinta di tempat wisata kolam Mata Ie. Disamping airnya yang dingin, sejuk dan jernih, Kolam Mata Ie juga menawarkan keteduhan pepohonan besar nan rindang dan alami.

Masih teringat dalam benak kita salah satu lirik lagu Aceh yang dinyanyikan oleh Rafly Kande berjudul “Krueng Daroy”. Digambarkan, air yang mengalir dari gunung Mata Ie ini juga saksi sejarah jayanya kerajaan Aceh masa Raja Iskandar Muda. Airnya mengalir melewati kerajaan Aceh dan menjadi sumber air utama penghidupan saat itu.Buktinya, masih dapat kita lihat saat ini Taman Putoe Phang yang ada di Kota Banda Aceh juga dilalui oleh Krueng Daroy yang sumber mata airnya berada di pucok krueng yaitu Mata Ie.

Sepenggal lirik lagu tersebut, artinya sangat bermakna:

Pucok Krung Daroy lham di Mata Ie, (Hulu sungai Krueng daroy bersumber dari Mata Ie)

Ie jih ile uteungoh bandang, (Airnya mengalir begitu deras)

Adak musem krueng ikrung hantem thoe (walaupun musim kemarau airnya tak pernah kering)

Meunan keu judo Iskandar Muda (Begitulah peutuah Raja Iskandar Muda)

Yang menarik dari lirik lagu Kanda Rafly di atas adalah bagian “Adak musem krueng ikrueng hantem thoe, meunan keuh judo iskandar Muda’’. Dari makna tersebut dapat disimpulkan bahwa dari jaman Iskandar Muda sumber mata air Mata Ie belum pernah kering dan menjadi sumber penghidupan air bersih yang sangat penting baik pada saat itu maupun sampai sekarang.

Tentu begitu sedih jika saat ini kita melihat sumber mata air Mata Ie yang notabennya adalah sumber penghidupan masyarakat banyak khususnya wilayah Aceh Besar dan Kota Banda Aceh saat ini tidak mengeluarkan keberkahan airnya dan telah terjadi bencana kekeringan yang bahkan didasar kolam pemandian yang begitu indahnya tersebut saat ini kita dapat membakar sampah. Sedih hati yang mendalam rasanya  melihat bencana kekeringan yang terjadi di Naggroe Aceh yang tercinta ini sampai-sampai sumber mata air yang begitu diharapkan dimusim kemarau yaitu Mata Ie  juga sudah tidak mengeluarkan air lagi.

***

Kekeringan adalah pristiwa langkanya keberdaaan air di suatu daerah pada waktu tertentu dan diakibatkan oleh beberapa peristiwa tertentu. Peristiwa sudah bisa disebut dengan kekeringan ketika hanya ada satu sumber air yang masih aktif dan digunakan untuk beberapa desa atau banyaknya tanaman yang mati diakibatkan tidak tersedianya sumber air yang cukup. Setidaknya inilah potret yang saat ini terjadi di Aceh besar beberapa bulan terakhir ini, terutama bencana yang terjadi di Pucok Krueng Daroy yang tidak lain adalah Mata Ie yaitu salah satu sumber air terbesar di Aceh besar yang keluar dari dalam tanah bebatuan pegunungan Mata Ie Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar.

Padahal, air merupakan salah satu unsur alam yang paling penting peranannya dalam menjaga keberlangsungan hidup setiap manusia dan seluruh makhluk hidup yang ada di dunia. Air adalah kebutuhan pokok yang tidak dapat digantikan oleh apapun, ketersediaan air yang cukup dan bersih menjadi salah satu faktor kesejahteraan dan terjaminnya kehidupan masyarakat yang sehat. Air dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi berbagai kepentingan antara lain: untuk minum, masak, mandi,mencuci, pertanian dan lain sebagainya.

Sebagaimana diketahui, kawasan Mata Ie juga terkenal dengan kawasan Karst nya, yaitu salah satu kawasan pegunungan berbatuan yang banyak memiliki gua-gua dalamnya, yang kondisinya kini rusak. Masalahnya, gua-gua tersebut kurang diperhatikan dan tidak adanya penelitian yang lebih mendalam oleh pihak terkait. Penyebab rusaknya kawasan karst biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti penebangan pohon, dan penambangan yang tidak ramah lingkungan sehingga menyebabkan efek berkepanjangan yaitu hilangnya Mata Ie Pucok Krueng Daroy kebanggaan masyarakat Aceh Besar secara khusus dan masyarakat Aceh pada umumnya.

Untuk diketahui, mata air yang keluar di Pucok Krueng Daroy tersebut berasal dari tanah atau bebatuan yang muncul secara alamiah. Kerusakan ekosistem kawasan tersebut menjadi lampu kuning bagi kita semua untuk dapat bersama-sama menjaga keseimbangan dan keberlangsungan alam itu sendiri. Saya sebagai salah satu Pecinta Alam di Bumo Aceh sangat prihatin atas terjadinya bencana tersebut, jangan kita menganggap ini bencana kecil karena air adalah salah satu sumber kehidupan, jikalau bumi ini suatu saat pun kehabisan minyak di dalamnya kita masih terus bisa bertahan hidup. Akan tetapi tidak terbayangkan dalam benak kita apabila kedepan sumber mata air kita akan semakin sedikit dan menipis namun jumlah manusia itu sendiri bertambah banyak.

***

Pemanasan Global dewasa ini  bergerak begitu cepat, seakan tidak pernah berhenti. Suhu panas rata-rata setiap hari mencapai  30° s/d 35° (khususnya di Aceh) . Pemanasan Global ini terjadi diakibatkan kenaikan suhu permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan keluaran (emisi) gas rumah kaca seperti: (Karbondioksida, metana, dinitro oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon dan sulfur heksafluorida di atmosfer). Menurut berbagai penelitian pada saat ini suhu di permukaan bumi sudah menunjukkan peningkatan yang sangat drastis yaitu 0.6° yang terjadi dalam satu abad terakhir. Peningkatan tersebut terbilang dan terlihat kecil namun dampak Pemanasan global sangat besar bagi Bumi dan kehidupan di Bumi. Diantaranya gejala-gejala atau tanda-tanda terjadinya pemanasan global adalah pergantian musim yang sulit ditebak atau diprediksi, sering terjadinya angin puting beliung, terumbu karang yang memutih, banjir dan kekeringan di wilayah yang tak biasa mengalaminya.

Beberapa penyebab Pemanasan Global diantaranya adalah :

Efek rumah kaca yaitu proses atmosfer menghangatkan planet. Efek rumah kaca terjadi akibatpanas yang dipantulkan ke permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas diatmosfer. Sehingga tidak dapat diteruskan keluar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan Bumi. Efek rumah kaca memiliki manfaat bagi makhluk hidup di Bumi, namun jika berlebihan berbahaya kehidupan di Bumi karena dapat mepengaruhi dan menggangu iklim.

Penggunaan CFC (Cloro Flour Carbon) yang tidak terkontrol  yaitu bahan kimia yang digabungkan menjadi sebuah bahan untuk memproduksi peralatan, terkhusus pada peralatan rumah tangga. CFC terdapat pada kulkas dan AC.

Polusi bahan bakar kendaraan merupakan salah satu penyebab terbesar dalam terjadinya pemanasan global dimana setiap kendaraan menghasilkan gas karbondioksida yang berlebihan. Gas karbondioksida adalah gas yang memerangkap panas sehingga tidak dapat keluar ke angkasa.

Pengrusakan Hutan: Hutan yang berfungsi dalam menyerap karbodioksida dan mengeluarkan oksigen, jika  hutan rusak akibat penebangan dan pembakaran, maka yang terjadi adalah jumlah karbon dioksida yang diserap oleh hutan sedikit dan semakin banyak karbon yang berkumpul di atmosfer yang menyebabkan terjadinya pemanasan global.

Pemanasan Global (Global Warming) mempunyai dampak/akibat yang sangat luas yang tentunya memberikan pengaruh bagi kehidupan di Bumi, terutama kehidupan manusia. Dampak pemanasan global diantaranya adalah:

Gunung-gunung es akan mencair

Curah hujan akan meningkat dan badai akan sering terjadi

Air tanah cepat menguap yang akan menyebabkan kekeringan

Cuaca menjadi sulit diprediksi dan lebih ekstrem, baik itu hujan ekstrem atau kekeringan ekstrem

Menyebabkan kekeringan di wilayah pertanian sehingga tanaman akan rusak

Meluasnya berbagai penyakit yang dapat menyerang manusia seperti DBD, malaria, dll.

***

Secara letak Aceh adalah salah satu daerah yang kaya akan sumber daya alam. Aceh termasuk daerah yang hanya memiliki dua musim yakni musim hujan dan juga musim kemarau. Dua musim tersebut belakangan ini terkadang sering tidak stabil dan susah untuk diprediksi karena adanya musim pancaroba yang tidak terjadi secara beraturan. Maka dari itu ada kalanya ketika musim penghujan tiba terjadinya bencana banjir dan saat musim kemarau melanda terjadinya bencana kekeringan.

***

Alangkah disayangkan apabila akibat Pemanasan Global yang terjadi dewasa ini juga merambat sampai ke Pucok Krueng Daroy yaitu Mata Ie yang terletak di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Itu semua terjadi diakibatkan oleh kesalahan kita sendiri yang tidak menjaga dengan baik kelestarian kawasan ekosistem lingkungan sekitar.

Dengan mengering sumber mata air Mata Ie di Pucok Krueng Daroy ini menjadi PR besar untuk kita semua terutama anak muda Aceh. Untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitar kita, marilah kita belajar dari orang tua kita dahulu yang selalu menanam pohon sebagai bekal anak cucunya saat ini. Dan jangan kita menebang hutan sembarangan sehingga membuat kita binasa yang desebabkan oleh kelakuan dan kerakusan kita sendiri.  Serperti yang tercantum dalam Al-Quran Surat Ar-Rum ayat 41 yang artinya : “Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia ; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).

Semua berpulang kepada Allah Swt, jangan pernah lupa kita mensyukuri nikmatnya yang berlimpah ruah yaitu salah satu adalah rahmat air hujan, air yang mengalir deras baik dari mata air yang bersumber dari gunung, sungai, danau, sumur-sumur dan dimanapun berada yang mana Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 164 yang artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar dilaut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi ; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (Keesaan dan Kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Salah satu faktor kekeringan saat ini yang terjadi adalah sudah lama tidak turunnya air hujan di sekitar kita. Mari semua kita kembalikan kepada Allah yang Maha Besar atas limpahan dan Rahmatrnyalah kita masih dapat hidup didunia ini. Kita hanya perlu memohon kepada Allah untuk  diturunkan hujan dengan sholat istisqa’ dan sabar mudah-mudahan diberkahinya kembali Pucok Krueng Daroy di Mata Ie untuk dapat mengalirkan kejernihan dan keberkahannya kembali seperti sedia kala. Semoga hujan yang kini mulai turun di beberapa tempat menjadi pertanda Allah masih menyayangi kita. Doa-doa kita masih dan akan terus dikabulkan.

Jangan lupa bersyukur kita masih bisa minum, masak dan mencuci saat ini, sama-sama kita menjaga apa yang diberikan oleh Allah khususnya ketersedian Air bersih ini. Tidak boros dalam penggunaannya , tidak mencemarinya, dan juga menjaga kelestarianya dengan lebih memperbanyak lagi program menanam pohon disekitar kita. Dan kami sangat mengharapkan dari ketua KNPI terpilih dan Bapak Gubernur #AcehHebat yang kami banggakan untuk dapat lebih fokus kepada program go green dan renewable energy yang ramah lingkungan. Membentuk kerjasama dengan pihak terkait maupun mahasiswa/pelajar pecinta alam agar ke depan sering dilakukan  penggalakan kampanye untuk menjaga ekosistem dan kelestarian hutan dan lingkungan demi terjaganya ekosistem hijau yang dapat mewujudkan terjaganya keseimbangan alam. Sehingga dengan mudah kita mendapatkan air, baik untuk kebutuhan minum, pertanian dan kebutuhan lainnya  yang dapat dinikmati oleh anak cucu kita dimasa yang akan datang. Akhir kata saya mengucapkan “pat ranup nyang hana mirah, pat peuneurah yang hana bajoe, mnye na kata-kata ulon tuan yang salah lon lakeu beurayeuk meuah, hana bak awai teunte na bak dudo”

#salman_atjeh@yahoo.com (Pecinta Alam & Mahasiswa Program Pasca Sarjana Ilmu Manajemen Unimal).

KOMENTAR FACEBOOK