Tu Sop: Penerapan Syariat Islam Harus Menjawab Persoalan Rakyat

Tgk. Muhammad Yusuf A. Wahab (Ayah Sop).

ACEHTREND.CO,Bireuen- Penerapan Syariat Islam di Aceh, sebagai bentuk pengakuan kekhususan dari Jakarta, harus dijawab dengan perencanaan dan pelaksanaan syariat yang menjawab persoalan rakyat. Hal ini disampaikan oleh pimpinan Dayah Babussalam, Jeunib, Bireuen, Teungku H. Muhammad Yusuf As. Wahab, atau akrap disapa Tu Sop Jeunib.

Dalam diskusi terbatas pada pertengahan Juli 2017, ulama muda nan energik itu mengatakan, untuk membangun kerangka Syariat Islam di Aceh, haruslah direncanakan sematang mungkin. Pelaksanaannya wajib diawali oleh riset mendalam terhadap persoalan dan kebutuhan rakyat. Tujuannya, agar keistimewaan yang sudah diberikan, tidak mampu menjawab masalah mendasar dari rakyat.

“Sejauh ini saya belum melihat adanya perencanaan yang matang. Hadirnya sejumlah regulasi yang mengatur Syariat Islam di Aceh hanya sekedar memenuhi amanah Undang-undang. Belum ada kajian yang serius berbasis riset. Sehingga pelaksanaan di lapangan kerap tidak disambut dengan kesadaran yang sesungguhnya,” kata Tu Sop.

Tu Sop berharap, ke depan Pemerintah Aceh di bawah komando Irwandi Yusuf, mau membangun Syariat Islam di Aceh berbasis riset. Pun demikian, Tu Sop mengakui, pihak cendekiawan agama, sejauh pengetahuannya tidak memiliki pengetahuan yang memadai untuk riset. Dalam hal tersebut, ia mengatakan, kemitraan antara ulama dan researcher profesional, perlu dibangun.

“Ulama harus menyampaikan apa saja tentang hal yang ingin diraih dalam pelaksanaan Syariat Islam. Diskusi dengan periset perlu dilakukan, agar mendapatkan kesepahaman. Setelah itu baru dibangun metode riset tentang apa yang ingin dicapai. Tanpa riset, kita tak punya alat ukur untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Jikalau ini dibiarkan, ujung-ujungnya tak ada yang berubah di Aceh,” ujarnya.

Tu Sop berpesan, saat ini adalah waktu yang tepat untuk membangun Syariat Islam di Aceh. Selain memiliki kewenangan, juga masih memiliki anggaran yang berlimpah. Apapun cerita, tambah Tu Sop, politik dan syariat harus berjalan beriringan, agar mampu melahirkan Aceh yang bermartabat di dunia dan di akhirat. []

KOMENTAR FACEBOOK