Karimun Usman: Polisi Punya Kewenangan Untuk Tes Urine Anggota DPRA

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Ketua DPD I PDI Perjuangan Aceh Karimun Usman sangat setuju apabila seluruh Anggota DPRA dilakukan tes urine setelah ditangkapnya Jainuddin alias Keuchik Joy, Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh daerah pemilihan Aceh Timur.

Jainuddin ditangkap bersama tiga rekannya oleh Polresta Banda Aceh gara-gara mengkonsumsi sabu pada Rabu 9 Agustus 2017 lalu.

“Kalau mau tes urine saya sangat setuju. Namun ini adalah kewenangan polisi, tinggal minta izin pada Menteri Dalam Negeri untuk melakukan tes itu, katanya pada AceHTrend, Sabtu (12/8/2017).

Menurut Karimun, jika polisi menganggap perlu tes urine maka hal sangat bagus sekali. Tapi, dirinya tidak mau mengajari polisi dalam hal tes urine tersebut. Sebab, polisi punya peran dan juga punya Direktorat Narkoba yang khusus membidangi soal narkoba.

“Menurut saya, Polisi sudah memata-matai siapa pelaku dan siapa pengedar dan siapa yang pemasok dan ini ada di Polisi tinggal mereka mau menindak atau tidak,” ujar Karimun.

Apalagi kata Karimun, lembaga terhormat seperti DPRA harus bebas dari narkoba, sebab narkoba adalah bahaya besar yang akan merusak kader-kader bangsa apalagi yang ditangkap mengkonsumsi narkoba jenis sabu adalah anggota DPRA.

Ini tentu saja akan membuat masyarakat yang memilihnya kecewa, sebab menjadi anggota dewan harus menunjukkan perilaku yang baik bukan malah melakukan hal-hal tercela.

“Apalagi yang bersangkutan adalah seorang muslim terutama di Aceh yang berlaku syariat Islam, sangat malu kita melakukan hal-hal yang sangat tercela di mata masyarakat dan dibmata negara Indonesia, ” katanya.

Selain itu, Karimun juga memberikan apresiasi pada Polresta Banda Aceh, karena telah menangkap pelaku tindak pidana narkotika tanpa pandang bulu.

“Ini sudah bagus cuma saya berharap penanganan kasus ini tidak setengah-setengah tapi harus diproses hingga ke meja pengadilan,” katanya.

Karimun mengatakan, apa yang dilakukan oleh Polresta Banda Aceh merupakan contoh yang baik dan patut diapresiasi.

“Namun kita harapkan kasus ini harus sampai ke meja pengadilan jangan sampai ada intervensi dari pihak-pihak lain kemudian hilang di tengah jalan, ” katanya.[]

KOMENTAR FACEBOOK