Muhammad Yunus, Wanita, Nobel, Sabang dan Bonsai

Sabang. Source: Visitaceh.asia

Teman teman pasti ingat nama Muhammad Yunus, pemenang nobel perdamaian di tahun 2006. Menariknya Yunus menang bukan karena berhasil meredam konflik perang lalu menciptakan perdamaian, tetapi lewat program kredit mikro bergulir. Ia memulainya, dengan memberikan kredit kepada 42 wanita miskin di pinggiran Bangladesh. Orang orang miskin yang tidak cukup syarat mengakses pinjaman dari bank umum.

Kenapa Wanita?  Yunus meyakini, wanita lebih berkomitmen ketimbang pria. Program kredit mikro bergulir butuh komitmen tinggi. Wanita lebih saling menjaga ketimbang pria. Wanita lebih punya malu dan tanggung jawab. Selain itu, bisa jadi pula, wanita adalah orang pertama yang mendengar isak tangis anak anak ketika kebutuhannya tidak tercukupi. Tekanan psikologis mereka begitu berat. Sehingga dorongan untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi begitu besar. Ini jadi alasan kenapa Yunus lebih ‘nyaman’ dengan wanita ketimbang pria.

Nobel.  Singkat cerita program kredit mikro bergulir Yunus berhasil memperluas jangkauan programnya. Ia membuka Grameen Bank, sebuah bank yang didekasikan kepada rakyat kecil lagi papa. Lewat Grameen, banyak orang miskin tertolong. Taraf hidup mereka meningkat. Mereka menjadi lebih sejahtera. Yunus muncul sebagai tokoh inspirator dan berpengaruh. Keberhasilannya menghadirkan kesejahteraan, diyakini banyak orang akan meredam konflik, sehingga menciptakan perdamaian. Inilah mengapa alih alih mendapat penghargaan Nobel Ekonomi, Yunus dihadiahi Nobel Perdamaian. Selain, itu Yunus Juga dinobatkan sebagai salah satu dari 25 tokoh paling berpengaduh dalam 25 Tahun oleh Wharthon School of Business juga pada tahun yang sama. Masih banyak penghargaan bergengsi lain yang diterima Muhammad Yunus.

Sabang dan Bonsai

Sebenarnya sub judul “Sabang dan Bonsai”lah, yang jadi tujuan sentral tulisan singkat ini. Memulainya dengan sedikit cerita tentang Yunus, tiada lain bertujuan untuk menumbuhkan keyakinan bahwa keberhasilan sangat mungkin diperoleh lewat hal hal yang menurut logika umum akan gagal. Kedua, untuk membuyarkan pemikiran selama ini, bahwa untuk mengentaskan kemiskinan dan atau meningkatkan pendapatan masyarakat harus lewat meyediakan pekerjaan yang kelak akan dilokani kaum pria. Ketiga, untuk memberikan bukti bahwa, ternyata wanita adalah sosok yang lebih bertanggung jawab dan komitmen ketika berurusan dengan bayar membayar pinjaman.

Kaitannya dengan Sabang adalah faktanya masih ada 16% penduduk miskin di Kota yang dikenal sebagai daerah wisata ini. Sudah lazim orang yang mengunjungi dari berlibur adalah mereka yang tingkat ekonominya di atas rata. Sehingga yang mereka cari adalah kesenangan. Maka, menyediakan produk berkelas dan berharga jual tinggi adalah mungkin di Kota seperti Sabang.

Bonsai adalah sejenis bunga yang paling bernilai tinggi di dunia. Harganya ratusan ribu hingga ratusan juta. Konsumenya adalah mereka yang memiliki isi kantong tebal. Oleh karenanya mengembangkan produk sejenis bonsai adalah alternatif untuk memecah ketidaktersediaan produk produk yang dapat dibeli oleh wisatawan, yang sejatiya adalah kaum berduit.

Mungkin ada yang skeptic dan pesimis, bahwa produk ini tidak akan terjual. Terhadap itu, kami hendak menjelaskan bahwa trend bisnis terkini. Bisnis bisnis yang akan sukses adalah yang focus pada ceruk market tertentu. Pada hal hal yang spesifik dan memilik ciri khas. Lagi pula, bahwa kita telah hidup di era tekhnologi informasi. Di mana, pemasaran tidak lagi hanya dapat dilakukan secara offline tetapi ke setiap sudut di dunia, sejauh dapat dijangkau oleh internet. Jadi kita tidak bicara pasar local, tetapi pasar global. Bagi orang berduit yang hidup di Negara maju, berbelaja secara online adalah hal yang biasa.

Ini bukan isapan jempol, seorang petani bonsai di malang telah merambah pasar Eropa untuk menjual produknya. Masih banyak lagi pebisnis bonsai lain yang telah memasarkannya lewat online.

Apa Yang Harus Dilakukan

Langkah pertama tentu memberikan pelatihan. Bonsai adalah tanaman yang membutuhkan keahlian khusus dan kesabaran. Target peserta adalah wanita. Mengapa wanita? karena mereka mencintai bunga. Selain itu, seperti pengalaman Yunus, mereka lebih berkomitmen dan bertanggung jawab. Sehingga, usaha mereka akan lebih serius. Jadi, selain karena dorongan ekonomi, keikutsertaan mereka dalam program ini juga ditopang oleh minat dan hobby. Lebih mungkin untuk berhasil.

Jika, tahap ini telah dilakukan, mesti dipastikan pula adanya penyuluh pemerintah yang secara intens dan berkala memberikan bimbingan lewat berbagai cara, baik lewat social media ataupun kunjungan lapangan. Penting juga untuk membangun komunitas pencinta bonsai, yang nantinya dapat mereka gunakan sebagai sarana berbagi pengetahuan maupun pemasaran.

Pun, jika nantinya tanaman bonsai tidak terjual, setidaknya rumah rumah warga akan indah. Penghuninya bahagia, dan Kota wisata ini dengan sendirinya akan menjadi kota yang indah. Bukankah keindahan adalah sesuatu yang hendak dijual oleh daerah wisata. Bersesuaian dengan tagline wisata yang selama ini didengungkan, where the wonderful of Indonesia start from….

KOMENTAR FACEBOOK