Aryos: Jangan Sampai Kasus “Teungku” Jainuddin “Diamankan”

ACEHTREND.CO,Banda Aceh- Pengamat politik dan keamanan Aceh, Aryos Nivada meminta publik mengawasi secara serius kasus penangkapan anggota DPRA dapil Aceh Timur Jainuddin, yang tertangkap sedang nyabu bersama tiga rekannya di Aceh Besar. Pengawasan ini penting, agar tidak ada pihak yang memutar kasus tersebut yang kemudian menjadikan tersangka menjadi korban.

Hal ini disampaikan oleh Aryos, Minggu (13/8/2017) kepada aceHTrend, menjawab situasi bahwa terindikasi ada pihak-pihak yang ingin menggiring publik bahwa Jainuddin itu adalah korban yang mentalnya terganggu. “Kalau dari dulu sudah terlihat gejala kurang beres dengan mental yang bersangkutan, kenapa bisa lolos uji internal PA. Saya kira ada upaya “penyelamatan” terhadap Jainuddin oleh koleganya, dengan membentuk opini publik, mendahului hukum,” ujar Aryos.

Menurut alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, kasus yang terkuak karena tertangkapnya Jainuddin, memberikan gambaran bila ada persoalan serius di tubuh partai politik dan parlemen Aceh. “Terpilihnya penyabu menjadi wakil rakyat, ini preseden buruk bagi 5 juta rakyat Aceh. Kasus ini harus dikuak sampai ke akar, dari mana ia peroleh barang haram itu,” kata Aryos dengan nada kesal.

Aryos juga mewarning, bila kasus Jainuddin mengambang dan akhirnya tak selesai, ini akan berdampak buruk pada suara PA di pileg 2019. Karena, bila tidak ada tindakan hukum, maka berpotensi rakyat yang akan menghukum. “Rakyat bisa mengukur sendiri bahwa PA tak serius berjuang untuk kesejahteraan rakyat Aceh. Toh oknum DPRA dari PA asyik nyabu,” katanya.

Tes Rambut

Dalam kesempatan itu Aryos berharap DPRA dan BNN membentuk tim independen yang kredibel untuk melakukan uji rambut. “Kenapa rambut? Karena belum ada formula untuk mengakalinya. Kalau urine, semua juga tahu itu bisa dikondisikan,” katanya sembari tertawa. []

KOMENTAR FACEBOOK