12 Tahun Damai: “Saatnya Bangga Menjadi Aceh”

Tepat 12 tahun yang lalu pada tanggal 15 Agustus 2005 di sebuah negara Eropa Utara yang dahulunya bekas wilayah Swedia yaitu Finlandia telah terjadilah sebuah peristiwa bersejarah yaitu Kesepakatan Damai yang dikenal dengan MoU Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka.

Setelah melewati proses yang panjang dan mungkin melelahkan bagian sebagian pihak, akhirnya lebih kurang 8 bulan pasca Bencana Maha Dahsyat yaitu Tsunami 26 Desember 2004, terwujudlah sebuah perdamaian yang dinanti seluruh rakyat aceh. Dimana dampak yang sangat luar biasa terjadi pasca Penandatanganan MoU Helsinki ini bagi Rakyat Aceh. Adalah biaya yang mahal untuk memenangkan sebuah peperangan, namun lebih mahal lagi merawat sebuah perdamaian.

Melepaskan simbol-simbol perang yang melekat dalam anggota badan, baik senjata maupun seragam merupakan saat-saat sulit diawalnya bagi para pihak, rasa curiga dan was-was pada mulanya masih menyelimuti rakyat ditahun-tahun pertama, namun lambat laun aroma nikmatnya secangkir kopi perdamaian yang dahulu berpuluh-puluh tahun menjadi hal yang langka dirasakan telah berlalu.

Yang muncul saat ini dibenak rakyat aceh adalah bagaimana merajut kembali asa dan rasa kebanggaan percaya diri sebagai Aneuk Aceh yang siap membangun menyingsingkan lengan baju untuk kemajuan Aceh yang sudah jauh tertinggal akibat didera konflik berkepanjangan.

Sebagai sebuah bangsa yang sangat dikenal didunia jauh sebelum indonesia merdeka, Aceh mampu membuktikan diri bahwa konflik bersenjata dapat diselesaikan dengan sangat bermartabat dan elegan. Setelah melewati satu dekade Perdamaian banyak tugas yang belum terselesaikan.

Namun spirit kebanggaan yang tertanam didalam jiwa generasi Aceh hari ini tentunya era kebangkitan Aceh sudah dimulai. Kenal diri sebagai Aceh adalah tugas yang harus kembali ditanam didalam diri Generasi Aceh. Hari-hari yang kita lalui saat ini akan semakin mudah kita gapai harapan dengan spirit yang tertanam didalam jiwa generasi Aceh sebagai sebuah generasi bangsa yang tidak mau dijajah secara lahir dan batin. Selamat Damai Aceh. Salam Merdeka Indonesia.

Tuanku Warul Waliddin
(Pang Ulee KOMANDAN AL ASYI)

KOMENTAR FACEBOOK