Refleksi 12 Tahun Perdamaian Aceh: Aceh Harus Berdaulat

Azis Muhajir, Ketua Umum PPKPA Aceh Jaya.

Bagi rakyat Aceh, 15 Agustus adalah hari bersejarah. Dimana konflik yang sudah memakan waktu tiga dekade tersebut berakhir di meja perundingan Helsinki. Keinginan kembali menjadi sebuah negara yang berdiri sendiri pun padam. Ada banyak hasrat yang tidak tercapai. Namun atas dasar cita-cita yang mulia untuk tanoh rencong, rakyat Aceh kembali mengalah.

Persoalan kewenangan Aceh masih antah-berantah, UUPA yang merupakan turunan dari Mou Helsinki belum semuanya di realisasi. padahal usia perdamaian antara GAM dengan Republik Indonesia sudah 12 tahun. Ini potret buram dalam merawat perdamaian Aceh. sebut saja soal Pembagian Migas dan Bendera Aceh yang sampai saat ini belum ada kejelasan.

Pasca lahirnya UUPA yang memberikan kewenangan khusus kepada Aceh, kemudian pemerintah mengeluarkan PP yang membatasi kewenangan Aceh. Ini bentuk inkonsisten pemerintah terhadap nota kesepahaman bersama.

Menurut saya, Tokoh GAM (Mentroe Malik Mahmud, Abu Doto , Apa Karya, Irwandi Yusuf, Mualem, Yahya Muad) dan petinggi lainnya duduk kembali, untuk mengambil sikap politik terhadap polemik UUPA yang tidak pernah usai.

Jika tidak, UUPA hanya menjadi catatan sejarah yang kemudian menjadi bahan seminar tahunan oleh para akademisi kampus yang ada di Aceh.

Dulu Republik Indonesia dengan tanpa perang bisa mengambil Aceh menjadi wilayah kekuasaannya. Dan Aceh ikhlas bergabung karena atas dasar islam. Masih ingat ketika Tengku Sukarno menangis keras di bumi Serambi mekkah?.

Dan Aceh?, mengapa Aceh selalu dikhianati dalam meminta kewenangannya. Dulu pak Wapres Yusuf Kalla sudah katakan: Aceh itu berperang karena haknya tidak diberikan, tidak ada kesejahteraan, padahal Aceh memiliki kekayaan alam yang melimpah.

Apakah orang Aceh tau berapa uang yang dihasilkan setiap tahunnya dari bumi Aceh?. Ah, lupakan. Yang terpenting Aceh sudah aman, sudah lebih baik, seperti kata mereka para wakil kita yang ada di gedung Jakarta.

Saya ingin Aceh diberikan haknya dan berdaulat seutuhnya di bawah payung Negara Kita Republik Indonesia.

Selamat memperingati hari perdamaian Aceh (15 Agustus). Selamat memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia (17 agustus).

Calang, 16 Agustus 2017.

Azis Muhajir
Ketua Umum PPKPA (Putra Putri Komite Peralihan Aceh) Aceh Jaya.

KOMENTAR FACEBOOK